TRIBUNWOW.COM - Perdebatan sempat terjadi di Mata Najwa tentang pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono menjadi ketua umum Partai Demokrat pada Kongres tahun 2020 lalu.
Dalam acara tersebut, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon berani bersumpah bahwa pencalonan dilakukan terbuka, namun hanya AHY yang mendaftar.
Mendengar sumpah dari Jansen, mantan kader Demokrat Jhoni Allen Marbun langsung memberikan teguran.
Baca juga: Berkali-kali Puji Jhoni Allen Sakti, Demokrat Ungkap Perkataan SBY sebelum Pemecatan
Kejadian itu terjadi dalam acara Mata Najwa, Rabu (3/3/2021) malam.
Jhoni mengingatkan Jansen agar tidak sembarangan bersumpah.
"Jangan pertaruhkan kepercayaanmu kau sumpah," kata dia.
"Ini nasihat untuk Anda."
Jhoni kemudian menceritakan apa yang terjadi saat kongres versi drinya.
Ia mengatakan, pada saat itu peserta kongres yang tidak memiliki hak suara diminta untuk keluar seusai ketua umum selesai berpidato.
"Kan memang kongres itu peserta pemilik hak suara, maksud Anda bagaimana?," tanya Jansen yang tidak mengerti maksud pernyataan Jhoni.
Jhoni kemudian meminta Jansen untuk diam lalu melanjutkan penjelasannya.
"Peserta kongres adalah seluruh peserta kongres, hak suara dipakai pada saat pemilihan ketua umum," kata Jhoni.
Jhoni mengatakan, pada saat itu ada peserta yang disuruh keluar dari persidangan sebelum proses pembukaan kongres Demokrat 2020.
"Jangan kau tertutup karena faktor-faktor lain," ujar Jhoni kepada Jansen.
Ia mengatakan, pada saat itu Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang merupakan adik kandung AHY sebenarnya ingin maju juga pada Kongres 2020.