TRIBUNWOW.COM - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menjabat sebagai Wali Kota Solo setelah dilantik pada Jumat (26/2/2021).
Hanya saja, meski baru dilantik sebagai wali kota, Gibran sudah dikait-kaitkan dengan Pilkada 2024, khususnya dalam Pilgub DKI Jakarta ataupun Pilgub Jawa Tengah.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Kompas Petang, Jumat (26/2/2021), Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan peluang Gibran di Pilkada 2024.
Baca juga: Kata Gibran soal Keberadaan Paspampres: Tadi Saya Diajak Foto, Ketemu Warga Ya Bebas
Baca juga: Tinjau Vaksinasi di Pasar Gede, Gibran Ungkit Spanduk Bertuliskan Uwal Saka Pageblug: Itu Doa Kita
Menurutnya tidak menutup kemungkinan bahwa Gibran akan maju di Pilkada 2024.
Karena memang peluang tersebut terbuka lebar.
Burhanuddin menyinggung soal keberadaan Jokowi yang tidak dipungkiri memberikan pengaruh kepada Gibran.
Namun yang menjadi catatan menurut Buthanuddin adalah pada Pilkada 2024, Jokowi sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Pasalnya satu bulan sebelum digelarnya Pilkada 2024, yakni bulan Oktober sudah ada presiden baru yang dilantik.
"Jadi hampir pasti Pilkada serentak diadakan bukan tahun depan, bukan pula di tahun 2023 tetapi 2024," ujar Burhanuddin.
"Jadi 9 November, itu artinya satu bulan setelah presiden baru dilantik di 2024," ungkapnya.
Dengan kondisi itu, Burhanuddin menilai sedikit banyak akan berpengaruh terhadap Gibran andai memang akan maju di Pilkada 2024.
"Ini menentukan, karena bagaimana pun ketika Pilkada serentak 2024 diadakan, Jokowi bukan lagi menjadi presiden, meskipun pengaruhnya tidak akan hilang dalam waktu sekejap," jelasnya.
Baca juga: Merasa Pesimis, Pengamat Mengaku Masih Bingung dengan Janji Gibran: Jangan seperti Kelola Perusahaan
Baca juga: Gibran Blusukan Perdana ke Pasar Gede seusai Dilantik, Tiba-tiba Diberi Payung Merah oleh Pedagang
Selain itu, persoalan lainnya adalah, Gibran memounyai dua pilihan di Pilkada 2024.
Yakni memilih untuk ikut di Pilgub Jateng ataupun Pilgub DKI Jakarta.
"Di 2024 pilihannya apakah mau maju di Jawa Tengah atau Jakarta," terang Burhanuddin.