TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyayangkan kepada pihak-pihak yang membicarakan masalah politik di tengah-tengah banjir di DKI Jakarta.
Ia mencontohkan soal isu pemilihan presiden 2024 yang akhir-akhir ini santer dibicarakan.
Dedi menegaskan, saat ini prioritas adalah penanganan banjir bukan soal pilpres 2024.
Baca juga: Kutip Curhatan Netizen, Susi Sebut Publik Tak Nilai Pemerintah Anti Kritik: Karena Buzzer-nya
Hal itu disampaikan oleh Dedi dalam acara Kamar Rosi Kompastv, Rabu (24/2/2021).
Awalnya, Dedi menyarankan kepada Tina Toon selaku Anggota DPRD DKI Jakarta untuk menaikkan gaji para pekerja yang bertugas di gorong-gorong mengatasi saluran air Ibu Kota.
Dedi lalu melemparkan sindiran soal fenomena banjir di Jakarta yang beberapa hari belakangan ini menjadi sorotan berbagai pihak.
"Di Jakarta itu bukan banjir air, banjir Pilpres 2024," ucap Dedi.
"Itu yang saya enggak suka."
Dedi kemudian menyayangkan para politisi yang justru mengambil kesemaptan di tengah banjir untuk membicarakan masalah politik.
"Politisi itu harus punya hati, enggak boleh juga ketika banjir itu yang diomongin adalah urusan pilpres," kata Dedi.
"Kalau yang enggak suka Pak Anies, apapun yang dilakukan Pak Anies (itu) salah."
"Kalau yang suka Pak Anies, apapun yang dilakukan Pak Anies benar, ilmiahnya sudah enggak ada."
Dedi kemudian mengatakan kecurigaannya ada pihak yang memang senang Jakarta banjir karena bisa digunakan sebagai senjata dalam politik.
"Jangan-jangan ada yang berdoa biar banjir karena itu komoditi untuk jatuhin lawan politik, untuk bully. Kan urusannya bukan itu," ujar Dedi.
Berkaca dari kejadian tersebut, Dedi meminta agar semua pihak memprioritaskan penyelesaian banjir.