Kabar Tokoh

6 Pembelaan Dokter Tirta soal Kerumunan Jokowi di NTT: Aparat Tak Sigap hingga Pernyataan Istana

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral video kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Maumere, Sikka, NTT dihadiri kerumunan massa, Selasa (23/2/2021).

TRIBUNWOW.COM - Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi mengomentari kerumunan massa yang ditimbulkan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Instagram @dr.tirta, Rabu (24/2/2021).

Dokter Tirta yang selalu menggencarkan anjuran protokol kesehatan menyebut Jokowi tidak dapat dianggap melanggar larangan berkumpul.

Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi mengomentari kerumunan massa yang ditimbulkan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), diunggah Rabu (24/2/2021). (Capture Instagram @dr.tirta)

Baca juga: Dinilai Langgar Portokol Kesehatan, Kerumunan Jokowi di NTT Dilaporkan ke Polisi

"Pak Presiden Joko Widodo itu sejatinya adalah simbol negara yang ke mana pun beliau pergi akan selalu menarik massa," komentar dr Tirta.

Ia juga menyoroti Jokowi telah mengimbau massa yang antusias agar tetap memakai masker.

Namun kepadatan warga tidak dapat dibubarkan.

Menurut dr Tirta, seharusnya hal ini menjadi refleksi tim protokoler agar lebih cermat mengantisipasi massa.

Dikatakannya, edukasi tetap memakai masker, tidak bisa dibubarkan

Dalam keterangan unggahan, dr Tirta menyampaikan enam poin pembelaan bagi polemik kerumunan massa yang menyambut Jokowi.

1. Pak Jokowi tidak sama sekali mengajak berkumpul, apalagi bikin promo, bikin undangan, bikin tiket, apalah. Semua pure antusias yang ram-ramai datang menyambut presiden, ini tugas protokoler mengatur keramaian dan emng kalah jumlah.

Baca juga: Viral Jokowi Langgar Prokes di NTT, Rocky Gerung Ngaku Kira Hoaks: Dramatis tapi Akhirnya Tragis

2. Pada salah satu video, sedan Pak Jokowi sampai dikejar warga yang ingin menyapa. Tampak protokoler sampai kewalahan.

3. Pak Presiden tampak di video, sudah berusaha menenangkan dan mengingatkan protokol, tapi warga tetap mengerubungi mobil. Ga mungkin mobil terus melaju kan? Satu-satunya cara agar bubar, ya mau ga mau pakde keluar dari atap, dan menyapa dan meminta warga kembali ke rumah masing-masing.

4. Ini menjadi refleksi agar tim protokoler lebih berhati-hati mengatur agenda dan alur massa di lapangan ketika kegiatan Pak Jokowi.

5. Atas kejadian ini, pihak Biro Pers Istana juga sudah klarifikasi, dan bagi saya sudah jelas.

6. Semoga ke depannya istana lebih selektif dan protektif jika agenda Pak Presiden di lapangan, karena antusiasme warga yang sangat besar.

Simak videonya:

Sindiran Rocky Gerung: Saya Pikir Itu Habib Rizieq di Bandara

Pengamat politik Rocky Gerung menyindir kasus kerumunan massa yang disebabkan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Rocky Gerung, Rabu (24/2/2021).

Diketahui sebelumnya viral sebuah video yang menunjukkan rombongan Jokowi menimbulkan massa di Maumere, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Viral Jokowi Langgar Prokes di NTT, Rocky Gerung Ngaku Kira Hoaks: Dramatis tapi Akhirnya Tragis

Pihak Istana lalu mengonfirmasi kunjungan kepala negara ke kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Rocky Gerung lalu membandingkan dengan eks Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang ditahan karena menimbulkan kerumunan massa.

"Dia jadi tragis karena ada pembandingnya itu," singgung Rocky Gerung.

"Saya tadinya berpikir, yang di mobil yang keluar kepala itu Habib Rizieq, seperti peristiwa di bandara," lanjutnya, mengungkit peristiwa kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta saat Rizieq pulang ke Tanah Air.

Pengamat Politik Rocky Gerung (kanan) angkat suara terkait kepulangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq (kiri) Shihab ke Indonesia pada Selasa (10/11/2020). (Kompas.com/Channel YouTube Rocky Gerung Official)

"Habib Rizieq 'kan juga begitu waktu naik mobil," tambah dia.

Selain itu, ia mempertanyakan keterangan dari Istana yang mengonfirmasi kunjungan presiden itu.

Menurut dia, publik bisa menjadi geram akibat pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan rombongan kepala negara.

"Jadi kalau kita bikin perbandingan, mestinya ada keterangan lain dari Istana," komentar Rocky.

"Yang mesti diterangkan kecurigaan publik terhadap peristiwa itu, atau bahkan berubah menjadi kejengkelan publik terhadap peristiwa itu," lanjut dia.

Baca juga: Raffi Ahmad hingga Ahok Tak Dibui meski Buat Kerumunan, Refly Harun: Kenapa Habib Rizieq Ditangkap?

Rocky menilai penjelasan pihak Istana kurang cukup, terutama terkait timbulnya kerumunan warga.

"Jadi Istana tidak sekadar cukup dengan menerangkan bahwa itu peristiwa yang terjadi karena kesiagaan yang kurang dan antusiasme rakyat berlebih," kata akademisi ini.

Selain itu ia menyoroti adanya lemparan paket bantuan sosial (bansos) dari dalam mobil kepada warga yang berkumpul.

Menurut Rocky, hal ini semakin menimbulkan kerumunan warga.

"'Kan itu artinya minta rakyat berkumpul, 'Kumpul nih, gue punya hadiah'. Kira-kira begitu 'kan?" jelasnya.

"Kalau presiden menganggap ini pandemi jangan sampai membuat drama ini menjadi tragis, maka dia diam saja di dalam mobil sambil lambai-lambaikan tangan supaya ada kesempatan paspampres meluruskan arah mobil supaya kerumunan tidak mendekat," terang Rocky. (TribunWow.com/Brigitta)