Junaidi menyebut kala itu merasa malu karena celana dipeloroti Darsan di depan banyak orang.
Ia yang gelap mata langsung menikam dada korban hingga tewas di tempat.
"Yang saya menyesal dan sedih dia teman saya sejak kecil," ujar Junaidi.
"Tapi dia harus tewas di tangan saya. Kami memang sering bercanda namun sebatas omongan saja."
Junaidi menambahkan, saat kejadian kondisi sedang ramai orang karena malam itu para tetangga tengah menyiapkan masakan untuk hajatan keesokan harinya.
Selain karena malu, Junaidi mengaku kesal karena dua temannya ikut menertawakannya.
"Saya juga sesalkan kenapa dua teman korban saat saya mencabit pisau tidak berusaha melerai sehingga saya gelap mata," ucap Junaidi.
Setelah kejadian, Junaidi langsung menyesali perbuatan dan menyerahkan diri ke kepala desa.
Ia mengaku membawa pisau saat kejadian untuk memasak bersama tetangga di acara hajatan.
"Kalau pisau itu pak saya bawa karena di lokasi hajatan akan ada acara bemasak. Jadi saya gunakan untuk itu," kata dia.
"Kalau sehari hari saat pergi ke kebun saja saya bawa sajam."
Tanggapan Keluarga Korban
Kakak sepupu korban, Wancik, menceritakan keseharian Darsan yang tewas ditikam Junaidi.
Meski sudah berumur, ternyata Darsan belum menikah.
Selama ini, Wancik mengenal Darsan sebagai sosok pria pendiam dan peduli pada keluarga.