Terkini Daerah

Gelisah Anak Tak Ada Kabar, Ayah Korban Kecelakaan Maut Avanza: Polres Bilang Seisi Mobil Meninggal

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penampakan dua kendaraan yang terlibat Jalan Lintas Medan - Pematangsiantar Km 89-90, tepatnya Dusun V, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai, Minggu (21/2/2021) malam.

TRIBUNWOW.COM - Fiki Anugerah (18) adalah satu dari sembilan korban tewas dalam kecelakaan maut antara mobil Avanza dengan bus Intra.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Umum Tebing Tinggi - Pematang Siantar Kecamatan Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Minggu (21/2/2021) malam.

Ayah Fiki, Ferizal (43) sempat meyakini anaknya baik-baik saja meskipun tidak ada kabar dan tak bisa dihubungi lewat telepon.

Kecelakaan mobil minibus Toyota Avanza BK 1697 QV versus Bus Intra mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia, Minggu (21/2/2021) malam. (Tribun-Medan.com/Alija Magribi)

Baca juga: Daftar Identitas 9 Korban Tewas dalam Kecelakaan Maut Avanza Vs Bus Intra di Tebing Tinggi

Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, sebelum mengetahui bahwa putranya itu telah tewas, Ferizal sempat menghubungi handphone putranya.

Ia merasa gelisah lantaran korban tak kunjung sampai di rumah.

"Nunggu-nunggu kok belum pulang, teleponnya enggak diangkat. Tapi saya berpikir mereka selamat," ujar Ferizal, Senin (22/2/2021).

Ferizal baru mengetahui anaknya tewas setelah menghubungi sang sopir mobil.

"Saya percaya aja. Tapi saya telepon sopirnya (Fahrul) yang angkat Polres dan bilang seisi mobil meninggal dunia," ujar Ferizal.

Ia bercerita, putranya kala itu pergi ke daerah Siantar untuk mendatangi pernikahan teman.

"Kan gini, ada teman mereka satu lingkungan mengadakan pesta pernikahan di Siantar, namanya Pandu," ungkap Ferizal.

Fiki bersama delapan korban lainnya diketahui berangkat pada Sabtu (20/2/2021) pagi.

Mereka menggunakan mobil Toyota Avanza yang disewa dari seorang tetangga mereka.

Ketika putranya itu berangkat, Ferizal tak merasa khawatir karena ia tahu anaknya bisa menjaga diri.

Ferizal mengatakan, rencananya putranya dan korban lainnya kala itu dijadwalkan pulang pada Minggu (21/2/2021) sore.

"Tapi satu harian enggak ada menghubungi," terang Ferizal.

Halaman
1234