Terkini Daerah

Kejiwaannya Normal, Pembunuh Terapis di Mojokerto Ngaku Selalu Melihat Korban Menangis di Dekatnya

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tersangka M Irwanto (25) yang ditembak dua betisnya oleh petugas setelah membunuh terapis pitrad, Santi digelandang petugas menggunakan kursi roda.

Pasalnya, istri pelaku tengah hamil anak pertama dan tak bisa melayaninya.

Baca juga: Ada Banyak Puntung Rokok Berlipstik di Sekitar Jasad Duda, Keluarga Minta Polisi Stop Usut Kasus

Sebelumnya, tersangka juga pernah mendatangi rumah pijat yang sama pada 2019 lalu.

Namun, ia kembali lagi ke tempat itu untuk memuaskan hasratnya.

Setelah berhubungan suami istri dengan korban, tersangka tak mampu membayar tarif sebesar Rp 300 ribu.

Karena itulah, pelaku langsung gelap mata dan menghabisi nyawa Santi.

"Motif pembunuhan sesuai pengakuan tersangka melakukan pembunuhan karena hasrat keinginan berhubungan seksual seusai melihat video porno," kata Deddy, dikutip dari TribunJatim.com, Jumat (19/2/2021).

"Dia melakukan hubungan itu namun tidak punya uang sehingga membunuh korban."

Menurut Deddy, tersangka menghabisi nyawa korban dengan menusuk leher dan punggung wanita 35 tahun itu.

Dikutip dari SURYAMALANG.com, Sabtu (13/2/2021), wanita asal Kecamatan Loceret, Nganjuk itu tewas dengan luka bekas sabetan benda tajam di bagian leher sedalam 15 sentimeter dan lebar tujuh sentimeter.

Diduga, tersangka sudah menyiapkan parang untuk menghabisi nyawa korban.

Deddy mengatakan, parang itu disembunyikan tersangka di dalam tas ransel yang dibawanya.

"Tersangka usai melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban kemudian membacok dan menusuk korban hingga meninggal di lokasi kejadian," ucap Deddy.

Selain membunuh Santi, tersangka juga menyerang Tatik (48).

Tatik adalah rekan kerja Santi di rumah pijat tersebut.

Setelah membunuh dan melukai kedua wanita itu, tersangka melarikan diri dalam kondisi telanjang.

Halaman
123