Terkini Nasional

Tak Hanya Otomotif, Pemerintah Kini Siapkan Insentif di Sektor Properti, Hotel dan Restoran

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto. Pemerintah tengah menggodok insentif untuk beberapa sektor lain di samping industri otomotif. Beberapa di antaranya properti hingga restoran.

Kantor Menteri Perekonomian tengah berbicara secara intensif dengan Kementerian Pariwisata untuk menyusun program insentif bagi sektor ini.

Sebagai catatan, jika kita lihat secara spasial, perekonomian wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memang masih minus 5,01% pada tahun 2020.

Maklum saja, pendorong utama ekonomi di wilayah ini adalah sektor pariwisata yang terpukul telak pandemi.

Kunjungan hotel, restoran, maupun kafe turun drastis lantaran masyarakat takut bepergian.

"Jika (ekonomi) kita mau positif, ekonomi daerah yang negatif dalam ini harus kita keluarkan menjadi positif," imbuh Airlangga.

Industri Perhiasan

Di luar dua sektor di atas, pemerintah juga tengah menyiapkan aturan-aturan baru untuk mendorong pengembangan industri perhiasan yang merupakan salah satu ujung sektor tambang di Indonesia.

"Kami sedang mengkaji, misalnya, bagaimana monetisasi emas. Artinya, bagaimana emas itu bisa menjadi instrumen keuangan," jelas Airlangga.

Airlangga menegaskan, insentif untuk industri perhiasan bukanlah insentif instan seperti yang diberikan bagi otomotif.

Bagi industri ini, pemerintah akan menyiapkan aturan-aturan baru.

"Saat ini tengah dikaji bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia," imbuh Airlangga. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Setelah otomotif, pemerintah siapkan insentif bagi properti, horeka, dan perhiasan