Keterbatasan biaya menjadi alasan utama.
"Karena tidak ada biaya untuk sementara korban dibawa pulang ke rumah, saat ini kami pihak pemerintah desa sedang mengupayakan untuk biaya berobat korban di Bandung," ucap Memed.
Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh Ketua BPD Bunikasih, H Solah.
Di RSUD Cianjur, ia mengaku sempat berdebat dengan seorang karyawan.
"Pihak RSUD menyebut, tidak ada ruangan untuk orang gangguan jiwa," tutur Solah, Kamis (18/2/2021). (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari TribunJabar.id dengan judul Alat Vital Putus, Gak Bisa Berobat, Kini Kaki dan Tangannya Diikat, Nasib Pemuda di Cianjur, dan KRONOLOGI Pemuda di Cianjur Nekat Potong Kemaluannya, Kerap Mengurung Diri, Tak Utarakan Keinginan