Cerita Selebriti

Ustaz Maaher Ternyata Pernah Titip Pesan ke Nikita Mirzani sebelum Meninggal: Bisa Nggak Dekati Dia

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase Ustaz Maaher At-Thuwailibi dan Nikita Mirzani.Ustaz Maaher berharap agar Ustaz Derry bisa memberikan nasihat kepada Nikita Mirzani yang tak lain adalah temannya.

TRIBUNWOW.COM - Ustaz Maaher At-Thuwailibi meninggal di rumah tahanan Mabes Polri, Senin (8/2/2021).

Sebelumnya, dia ditangkap setelah dilaporkan Husin Shibab cs lantaran dituding menghina Habib Luthfi Yahya.

Meskipun Ustaz Maaher sempat menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud menghina habib Luthfi bahkan sudah meminta maaf, polisi tetap menciduk Ustaz Maaher di rumahnya.

Baca juga: Nikita Mirzani Bongkar Kelakuan Dinar Candy, sang Ayah: Gurunya kan Nyai, Mudah-mudahan Bisa Tobat

Sempat sakit selama menjalani masa tahanan, Ustaz Maaher akhirnya meninggal dunia.

Mencuatnya nama Ustaz Maaher berawal dari komentar Nikita Mirzani tentang kepulangan Habib Rizieq.

Hingga kemudian masalah pun melebar lantaran Ustaz Maaher menyebut Nikita dengan sebutan yang menyinggung bahkan mengancam akan mengepung kediaman Nikita karena tersinggung Nikita dianggap menghina Habib Rizieq Shihab.

Di sisi lain, Ustaz Maaher juga mendapat banyak serangan dari warganet pendukung Nikita, termasuk dari Nikita Mirzani sendiri.

Dalam momentum itu, seorang warganet mengunggah postingan lama Ustaz Maaher tentang Habib Luthfi bin Yahya.

Dari sana, masalah hukum Ustaz Maaher dimulai.

Menangis di Tahanan

Ketika sudah diamankan polisi, pria yang bernama asli Soni Eranata ini kembali menyesali perkataannya yang telah menghina Habib Luthfi bin Yahya yang dibilang cantik.

Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @ndorobeii pada Minggu (6/12/2020).

Dalam video itu tampak Maaher mengenakan baju oranye, khas baju tahanan, serta mengenakan peci putih.

Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak ada maksud menghina Habib Luthfi.

Sebaliknya, ia mengaku bahwa dirinya justru menghormati Habib Luthfi.

Halaman
123