TRIBUNWOW.COM - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membeberkan alasannya mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai gubernur DKI Jakarta.
Dilansir TribunWow.com, Ahok menyebut mulanya banyak pihak yang tak mengharapkan dirinya menjadi wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta saat itu.
Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Jumat (12/2/2021).
Baca juga: Banyak yang Memintanya Mundur Pilkada DKI 2017, Ahok Singgung Ucapan Megawati: Dia Nilai Kemampuan
Baca juga: Ahok Ungkap Awalnya Bukan Dia Pendamping Jokowi di Pilkada DKI 2012: Kan akan Turunkan Nilai Beliau
Sejak awal bergabung dengan PDIP, Ahok mengaku tak pernah mengincar jabatan.
"Bukan soal jabatan, jabatan bukan tujuan kita," kata Ahok.
"Tujuan kita adalah ketika Bung Karno memproklamirkan Negara Republik Indonesia ini."
"Kita harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."
Menurut Ahok, jabatan tak akan berguna saat tak bisa membantu banyak orang.
"Jabatan enggak penting, buat apa jadi ketua kalau tidak bisa mewujudkan ini semua," sambungnya.
Lebih lanjut, Ahok membongkar alasannya menjadi pendamping Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu.
Baca juga: Cerita saat Pilkada DKI Jakarta 2012, Ahok: Ketika Itu Sebenarnya Pendamping Pak Jokowi Bukan Saya
Baca juga: Ungkap Fakta-fakta Pesta Viral Raffi Ahmad dan Ahok, Polisi: Dilakukan Penghentian Penyelidikan
Sejak awal, menurut Ahok, banyak pihak yang tak berharap dirinya menjadi wakil gubernur mendampingi Jokowi.
"Saya tidak tahu persis tapi saya hanya dengar," ujar Ahok.
"Waktu itu sebenarnya banyak orang mengusulkan pendamping Pak Jokowi bukan saya sebenarnya."
"Karena kalau saya akan menurukan nilai dari seorang Pak Jokowi."
Ahok mengatakan, dirinya sempat berpikir justru akan menurunkan dukungan untuk Jokowi saat itu.