Terkini Nasional

Viral Jalan Anyer-Panarukan Disebut Hasil Kerja Paksa Kini Diperbincangkan, Bagaimana Sejarahnya?

Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemandangan dari mercusuar Anyer, Serang, Banten, Minggu (21/8/2011). Mercusuar setinggi 75 meter ini terletak di Nol Kilimeter Jalan Raya Anyer Panarukan yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels tahun 1885 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Mercusuar masih berfungsi untuk memandu para nahkoda kapal yang melintas Selat Sunda. Di mercusuar ini juga terdapat jejak tsunami letusan Gunung Krakatau 1883. Sebelumnya sudah ada mercusuar tapi hancur dihantam tsunami dan puingnya masih tersisa d

Berdasarkan jurnal Paramita, banyak arsip ditemukan mengetahui besarnya dana dalam pembuatan jalan pos yang jaraknya 600 pal (kurang lebih 1.000 km).

Beberapa literatur menyebut pembangunan jalan ini telah menelan korban sebanyak 30.000 orang akibat beban kerja berlebih.

Adapun kelanjutan proyeknya disepakati bersama para Bupati pribumi. Usai peresmian jembatan di sungai Cikapandu, Daendels dan Bupati Bandung R.A.A. Wiranatakusumah II berjalan kaki ke arah timur.

Herman Willem Daendels berhenti sambil menancapkan kayu dan berkata “Zord Dat Als Ik Terug Kom Hier Een Stad is Gebouwd”, yang artinya coba usahakan bila aku datang kembali di tempat ini telah dibangun sebuah kota.

Tempat itu kemudian jadi Kantor Dinas Bina Marga Jawa Barat dan ditetapkan sebagai Kilometer 0 Kota Bandung.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ramai Perbincangan soal Daendels, Berikut Sejarah Jalan Anyer-Panarukan"