TRIBUNWOW.COM - Warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT) digegerkan dengan peristiwa menghilangnya jenazah pasien Covid-19.
Jenazah pasien berinisial HUL tersebut diketahui hilang setelah tiga hari dimakamkan di pemakaman umum untuk Covid-19 di Oebaki, Kecamatan Noebaba, Kabupaten TTS.
Peristiwa ini pun membuat Bupati TTS geram.
Baca juga: Sandiaga Uno Coba Alat Tes PCR Covid-19 Baru, Hasil Keluar Kurang dari 15 Menit
Pihak polisi juga telah memanggil keluarga jenazah yang hilang dari makam itu untuk dimintai keterangan.
Kronologi Hilangnya Jenazah
Jenazah HUL yang diketahui positif Covid-19 dimakamkan pada Senin (1/2/2021) di pemakaman umum Covid-19 Oebaki, Kecamatan Noebaba, Baupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Namun tiga hari setelah dimakamkan atau pada Kamis (4/2/2021), jenazah diduga hilang dari makam.
Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) NTT Egusem Piether Tahun mengaku mengetahui informasi hilangnya jenazah dari media sosial.
Saat dicek ke lokasi, ternyata betul kondisi makam sudah tidak seperti awal dimakamkan.
"Informasi awalnya beredar di media sosial, kemudian ada beberapa teman yang kontak saya, sehingga saya minta petugas terkait untuk cek di lokasi pekuburan, ternyata bentuk kuburannya tidak seperti awal dimakamkan," ungkap Egusem kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (8/2/2021) malam.
Baca juga: Viral Selebgram Helena Lim Suntik Vaksin Covid-19, Wagub DKI: Kami akan Cek kenapa Dia Bisa Datang
Bupati Geram, Dianggap Pencurian
Mengetahui kondisi jenazah yang tidak berada pada tempatnya, bupati pun geram.
Dia menganggap kejadian tersebut sebagai pencurian.
"Ini saya anggap pencurian karena tidak ada pemberitahuan," tutur Egusem.
"Jenazah ini dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak mendukung untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten TTS," lanjut dia.