Dirinya saat itu mengaku sudah mengikhlaskan kepergian KSC.
Saat itu FY juga menyatakan tidak akan mempolisikan istrinya yang kini tidak diketahui berada di mana.
Berdasarkan dugaan FY, bayinya itu tewas seusai terjatuh dari tempat yang tinggi.
"Kami enggak mempermasalahkan asal dia pulang, cerita apa adanya. Namanya juga musibah, sudah ajalnya," kata FY.
FY pada saat itu menyatakan tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
Namun pihak kepolisian tetap melakukan pencarian.
Korban Diracuni 3 Kali
AO dan MA berhasil diamankan di tempat yang berbeda pada Senin (8/2/2021).
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, AO dan MA menjalin hubungan gelap mereka saat usia korban di kandungan menginjak lima bulan.
Penyebab kasus pembunuhan KSC berawal dari omongan para tetangga yang menyebut, bayi dari AO tidak mirip ayah kandungnya yakni FY, justru mirip MA yang merupakan selingkuhan AO.
"Karena omongan tetangga sekitar bilang kalau anak AO itu mirip MA," ujar Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari Budianto dalam konpers di Mapolsek Telukbetung Selatan, Selasa (9/2/2021).
"Malu, maka yang bersangkutan muncul niat membunuh korban," ujarnya.
MA kemudian merencanakan pembunuhan bayi tersebut selama dua bulan, dan dieksekusi di kontrakan milik rekannya.
Bayi tak berdosa itu diketahui dibunuh dengan cara diracuni air ramuan yang disiapkan oleh kedua pelaku.
Secara paksa air ramuan itu dimasukkan ke mulut korban.