Virus Corona

Kini Hidup Sebatang Kara, Gadis 10 Tahun Penyintas Covid-19 Menangis saat Pergi dari Ruang Karantina

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aisyah di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Ciater, Serpong, Selasa (19/1/2021).

TRIBUNWOW.COM - Pasca ayah dan ibunya meninggal, Aisyah Alisa (10) kini hidup sebatang kara.

Sang ibu, Rina (44) meninggal seusai positif terpapar Covid-19 pada Sabtu (16/1/2021), sedangkan ayahnya sudah meninggal sejak delapan tahun yang lalu.

Kesedihan nampak di wajah Aisyah seusai sembuh dari Covid-19, dan meninggalkan Rumah Lawan Covid-19 (RLC), Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (30/1/2021).

Tangis Aisyah Allisa saat pulang dari Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Ciater, Serpong, Sabtu (30/1/2021). Aisyah Allisa (10) akhirnya sembuh dan diperbolehkan pulang dari Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (30/1/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR)

Baca juga: Kriteria Masyarakat yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19, Usia di Bawah 18 Tahun hingga Busui

Baca juga: Dukung Vaksinasi Covid-19 secara Mandiri, Jusuf Kalla: Justru Mendukung Upaya Pak Jokowi

Kala itu ia didampingi oleh suster dan psikolog saat keluar dari RLC Tangsel.

Ia akhirnya diperbolehkan pulang setelah menjalani karantina selama 13 hari di RLC.

Selanjutnya, Aisyah akan diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) karena kini berstatus sebagai anak yatim piatu.

Gadis yang masih duduk di kelas IV SD itu dinyatakan terlantar oleh pihak kepolisian berdasarkan keterangan Ketua RT dan RW di Kelurahan Benda Baru, Pamulang, yang merupakan tempat tinggal Aisyah semasa masih memiliki orangtua.

Air mata Aisyah mulai menetes ketika ia dipeluk oleh para suster dan psikolog yang menemaninya selama masa-masa karantina.

"Status Aisyah ini sebagai anak yatim piatu dengan latar belakang dan kronologis yang diberitaukan oleh pihak kepolisian, kepolisian sudah menerbitkan surat keterangan Aisyah sebagai anak terlantar maka berdasarkan surat tersebut Dinsos berkewajiban untuk menangani Aisyah," ujar Kepala Dinsos, Wahyunoto Lukman, di lokasi yang sama.

Nasib Aisyah Selanjutnya

Berdasarkan penjelasan Kepala Dinsos, Aisyah memiliki keluarga tiri namun statusnya tetap dinyatakan sebagai anak sebatang kara.

Ke depannya, Aisyah belum tentu diserahkan ke keluarga tiri.

Mereka yang ingin mengadopsi Aisyah harus memenuhi persyaratan tertentu.

Baca juga: DKI Jakarta Terima 3 Unit Mobil PCR Covid-19, Anies Baswedan: Makin Memperkuat Kapasitas 3T Kita

"Enggak (diserahkan ke keluarga tiri), karena Aisyah sebagai anak terlantar, itu berdasarkan surat keterangan kepolisian, jadi surat tersebut berdasarkan dari pihak lingkungan tempat Aisyah tinggal seperti RT, RW, kelurahan, jadi mereka semua tahu latar belakang dari almarhumah ibunya Aisyah," papar Wahyu.

Sementara ini Aisyah diurus langsung oleh sang kepala Dinsos.

Halaman
12