Asgawi menuturkan jenazah korban nyaris tidak terselamatkan dari rahang buaya.
"Jika terlambat sedikit kemungkinan korban untuk ditemukan akan sulit. Mengingat tidak jauh dari TKP sudah merupakan muara buaya (lubuk)," ungkap dia.
Buaya Disetrum dengan Listrik
Saat menyusuri sungai, warga mendapati seekor buaya yang berukuran besar.
Namun belum diketahui jenis buaya tersebut.
Masyarakat lalu membekali diri dengan alat setrum listrik agar buaya itu mau melepaskan korban dari gigitan rahangnya.
"Pas kita lihat itu buaya langsung kita kejar, dan terus disetrum. Karena tidak tahan akibat kesetrum listrik tadi akhirnya korban dilepaskan dari gigitannya," kata Asgawi.
Baca juga: Buaya Mendadak Ganas dan Serang 3 Warga hingga Tewas, Munculnya Tumbuhan Jadi Petunjuk
Akhirnya warga berhasil menyelamatkan jenazah korban, meskipun sudah dalam kondisi mengenaskan.
"Setelah dilepas korban langsung kita tarik, meski kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Asgawi.
Kesaksian Suami
Hardi menyebut pagi itu ia dan Sugiarti sudah memiliki rencana untuk pergi.
"Rencananya pagi ini mau mengantar anak saya ke pondok di Jambi," kata Hardi.
Namun sang istri mengeluh sakit perut.
Ia menyebut percakapan itu adalah momen terakhirnya berbicara dengan Sugiarti.
"Jadi istri saya buat jajanan untuk sangu anak saya, karena kebelet sakit perut dan ke belakang itulah terakhir saya lihat istri saya," tutur Hardi dengan mata berkaca-kaca.