Kabar Tokoh

Viral Jokowi Bagikan Nasi Kotak sebabkan Kerumunan, Refly Harun: Pendukungnya Rusak Citra Presiden

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral video Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakibatkan kerumunan saat membagikan nasi kotak, diunggah Senin (23/1/2021).

TRIBUNWOW.COM - Pakar hukum tata negara menanggapi viral video Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagi-bagikan nasi kotak sehingga menimbulkan kerumunan.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun, Senin (23/1/2021).

Diketahui video tersebut menjadi viral dan menuai kritik dari warganet.

Pakar hukum tata negara Refly Harun, ditayangkan di YouTube Refly Harun, Rabu (20/1/2021). Terbaru, Refly Harun mengomentari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menimbulkan kerumunan saat membagikan nasi kotak. (YouTube Refly Harun)

Baca juga: Viral Rekaman Warga Jarah Minuman Isotonik Muatan Truk: Pasti Tata Krama Belum Ditemukan di Sini

Pasalnya kerumunan yang ditimbulkan Jokowi dinilai melanggar protokol kesehatan.

Diduga video tersebut diambil saat Jokowi meninjau lokasi banjir di Kalimantan Selatan.

Menanggapi hal itu, Refly Harun menganalisis penyebab banyaknya warganet yang menghujat tindakan Jokowi.

"Kalau kita memandang sesuatu itu selalu berdasarkan perspektif pengelompokan," kata Refly Harun.

Selain itu, ia menilai Jokowi cenderung lebih memilih melindungi kelompok tertentu dalam masyarakat.

Ia menyebut jika situasi sudah seperti itu, maka demokrasi menjadi tidak sehat lagi.

"Bahkan seorang presiden yang harusnya mewadahi kita semua, bapak bagi kita semua, itu hanya dipersepsikan sebagai presiden satu kelompok. Gawat sekali 'kan bangsa kita ini?" singgung Refly.

Refly kemudian menyoroti bagaimana anggota masyarakat pendukung Jokowi justru merusak citra sang presiden sendiri.

Pasalnya mereka semakin menunjukkan keberpihakan presiden terhadap kelompok.

"Sebenarnya yang merusak citra presiden, ya pendukung presiden sendiri," komentar pengamat politik ini.

Baca juga: Listyo Sigit Jadi Kapolri, ICK Sarankan Tiru Langkah Jokowi: Saya Yakin Tidak Ada Gejolak

"Para pendukung presiden selalu mempersepsikan bahwa seolah-olah presiden itu presiden kelompok. Kalau saya bilang cebong dan kampret, presiden itu dianggap presidennya cebong," ulasnya.

Selain itu, ia menyoroti faktor lain yang menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat.

Halaman
123