"Kalau saja Pak Jokowi dan Pak Maruf kalah mungkin saya sudah hilang. Artinya bukan dibunuh, artinya enggak tahu nasib saya seperti apa," kata Irma.
"Saya menyadari itu dan saya sedih. Besarnya risiko itu yang saya ambil, saya sedih."
Meski begitu, dirinya memberikan apresiasi tinggi atas niatan baik dari Jokowi untuk menyatukan masyarakat Indonesia pasca Pilpres.
"Tetapi bagi saya, ketika saat ini Indonesia mulai kembali damai, ada kebahagian tersendiri di hati saya. Saya berharap ke depan akan lebih baik," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 38.38:
Irma Chaniago: Tak Ada Orang Sebaik Pak Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) merangkul dua rivalnya di Pilpres 2019.
Jokowi memutuskan untuk mengajak Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk bekerjasama di dalam pemerintahan.
Menanggapi kondisi langka tersebut, Politisi Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago memberikan apresiasi tinggi kepada Jokowi.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam 'tvOne', Jumat (25/12/2020), Irma menyebut bahwa keputusan dari Jokowi untuk mengangkat sang rival tentu tidak mudah.
Bahkan dikatakannya tidak akan ada yang bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh Jokowi, dengan kerendahan hati menjadikan rivalnya sebagai menteri.
Baca juga: Muncul Sebutan Kabinet Capres 2024, M Qodari: Jokowi Sedang Mengumpulkan The Best Talents
"Saya yakin sekali bahwa Pak Presiden tentu sudah memikirkan kenapa beliau memilih enam nama ini," ujar Irma.
"Menurut saya tidak ada orang sebaik Pak Jokowi, merangkul lawan yang sudah sedemikian brutal di 2019," ungkapnya.
Irma menilai bahwa keputusan dari Jokowi dalam mengangkat Sandiaga dan Prabowo sebagai menteri bukan tanpa alasan.
Menurutnya, selain karena menginginkan adanya perdamaian pasca Pilpres 2019, Jokowi disebut bersikap objektif untuk menangani pandemi Covid-19.