TRIBUNWOW.COM - Teh delima adalah salah satu teh paling terkenal di dunia yang konsumsinya dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan.
Teh merah yang menakjubkan ini diseduh baik dari biji delima yang dihancurkan, kulitnya, bunga kering atau jus pekat yang dicampur dengan teh hijau, putih atau teh herbal apa pun.
Delima adalah salah satu buah kuno dengan banyak aktivitas fisiologis yang menjanjikan seperti antioksidan, anti-inflamasi dan antimikroba.
Baca juga: 10 Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Tekanan Darah hingga Atasi Sakit Maag
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa buah delima memiliki aktivitas antioksidan tiga kali lebih banyak dibandingkan anggur merah dan teh hijau.
Dilansir TribunWow.com dari boldsky, berikut manfaat kesehatan luar biasa dari teh delima.
Nutrisi Dalam Teh Delima
Teh delima dibuat terutama dari biji, kulitnya, jus dan selaputnya.
Porsi buah yang bisa dimakan hanya 50 persen yang mengandung 40 persen arils (polong berbiji yang menutupi biji) dan 10 persen biji.
50 persen sisanya adalah kulit yang tidak bisa dimakan.
Kulit buah adalah bagian yang paling bergizi karena mengandung banyak polifenol seperti flavonoid (katekin dan antosianin), tanin kental, asam fenolik (asam galat dan caffeic), tanin terhidrolisis (punicalagin) dan alkaloid dan lignan.
Arils mengandung flavonoid utama yang disebut antosianin bersama dengan asam organik, pektin dan air.
Bijinya mengandung protein, polifenol, mineral, vitamin, isoflavon dan dua asam lemak tak jenuh ganda penting yang disebut asam linolenat dan linoleat bersama dengan lemak penting lainnya seperti asam oleat dan asam punicic.
Bunga dan bijinya mengandung punicalagin, senyawa vital yang termasuk dalam keluarga tanin.
Senyawa tersebut bertanggung jawab atas lebih dari setengah aktivitas antioksidan jus delima.
Jus ini juga kaya akan asam fenolik seperti asam galat, ellagic, dan caffeic.
Baca juga: 5 Manfaat Bawang Bombay bagi Kesehatan, Melawan Kanker hingga Meningkatkan Kesehatan Jantung