TRIBUNWOW.COM - Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian menyampaikan fakta tentang pelaku pemerkosaan dan pembunuhan seorang nenek Zubaidah binti Ibrahim (59) alias Poe Nyak, Kamis (14/1/2021).
Dilansir TribunWow.com, Zubaidah ditemukan tewas di Gampong Mesjid Runtoh, Kemukiman Gampong Lhang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh pada Senin (11/1/2021) dini hari.
Menurut Kapolres, ditetapkan satu orang tersangka, yakni Armia bin Ismail (39).
Baca juga: Pria Bunuh Teman karena Ucapan saat Video Call, Polisi: Kejadian Berlangsung Cepat di Tempat Gelap
Pelaku ditangkap di rumahnya di Gampong Kulam, Kecamatan Simpang Tiga, Rabu (13/1/2021) pukul 13.30 WIB.
Ia ditangkap tanpa perlawanan.
Polisi mengungkap dugaan Zubaidah diperkosa terlebih dulu sebelum akhirnya dibunuh.
"Pelaku Armia Ismail ini kerap memangsa wanita lemah dengan latar belakang cacat mental untuk dijadikan korban," kata AKBP Zulhir Destrian, dikutip dari Serambinews.com.
Diketahui Armia sudah memiliki lima istri.
Menurut Zulhir, Armia memiliki catatan sejarah yang serupa, yakni mengincar wanita yang sudah berumur.
Armia menggunakan kedok sebagai pemulung untuk melakukan kejahatan itu.
Ia juga memiliki becak motor yang dimanfaatkan untuk menguatkan kedoknya.
"Adapun becak motor yang digunakan pelaku sebagai pemulung ini hanya sebagai kedok saja," kata Zulhir.
"Tujuannya mencari mangsa untuk melampiaskan nafsu liar pelaku," jelasnya.
Hal itu terbukti dari sejumlah barang yang diamankan dari pelaku, yakni satu unit becak motor, dua HP, satu senter, sepasang sandal, celana panjang, celana dalam, dan kalung rantai besi.
Armia terbukti sebagai tersangka lewat pengembangan beberapa bukti lapangan, termasuk sidik jari pelaku.
Akibat perbuatannya, Armia dijerat dengan Pasal 291 KUHP Subs Pasal 285 KUHP Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.
Baca juga: Polisi Berhasil Tangkap Pembunuh Mahasiswa Telkom, Diwarnai Aksi Kejar-kejaran: Terpaksa Ditabrak
Jenazah Korban Ditemukan Keponakan
Keponakan Zubaidah, Zahratul Bararah (29), adalah yang pertama kali menemukan jenazah korban sekitar pukul 11.00 WIB.
Mulanya Zahratul curiga karena Zubaidah tidak pulang ke rumah keponakannya, Masyitah, untuk sarapan.
Zahratul lalu menjenguk bibinya itu ke rumah.
Ia terkejut mendapati korban telah tewas di kediamannya dalam kondisi tangan dan mulutnya terikat kain.
Zahratul kemudian melapor ke polisi.
Saksi segera menduga penyebab tewasnya Zubaidah karena pembunuhan.
Terungkap kemudian korban diduga memiliki kondisi gangguan mental.
Baca juga: Ikut Nenek Kerja, Bocah 5 Tahun jadi Korban Pencabulan, Orangtua: Kalau Sakit Pasti Ada Apa-apanya
Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Chik Di Tiro Pidie untuk divisum.
Pihak keluarga lalu berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus wanita yang tergolong lanjut usia (lansia) tersebut.
Keponakan korban, Abdul Aziz, mengecam perbuatan jahat pelaku.
"Kami berharap agar pelaku yang sangat biadab ini dapat ditemukan guna mempertangungjawabkan atas perilakunya yang tak bermoral itu," kecal Abdul Aziz.
Zulhir mengonfirmasi temuan jenazah korban tersebut.
"Mulut dan kedua tangan Zubaidah diikat dengan kain," kata Zulhir, Senin.
"Atas dugaan korban dirudapaksa oleh pelaku, masih dalam penyelidikan," jelasnya. (TribunWow.com/Brigitta)
Artikel ini diolah dari Serambinews.com dengan judul Tersangka Pemerkosaan dan Pembunuhan di Pidie Ditangkap, Ternyata Pria Beristri 5 & Residivis, Keponakan Temukan Bibi Tewas di Rumahnya, Mulut dan Tangan Terikat Kain, Diduga Dibunuh, dan Polisi Bekuk Pembunuh Poe Nyak.