TRIBUNWOW.COM - Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak hingga akhirnya jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021).
Riyanto, warga Sragen, Jawa tengah, menjadi satu dari 62 orang yang berada di pesawat rute Jakarta-Pontianak itu.
Namun rupanya sebelum kejadian tersebut, Riyanto sempat ditangisi oleh sang buah hati yang masih berusia 1 tahun.
Baca juga: Hal Tak Biasa Pilot Sriwijaya Air saat Pamiti Keluarga, Sempat Minta Maaf, sang Anak: Kok Abi Tumben
Baca juga: Kesaksian Tiga Nelayan soal Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Dengar Suara Dentuman Keras
Kepastian itu diungkapkan oleh istrinya, Ernawati, seperti yang dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, Senin (11/1/2021).
"Tidak boleh berangkat. Dipegangi benar," ujar Ernawati pada Minggu (10/1/2021).
"Tidak boleh berangkat. Anaknya nangis terus," imbuhnya.
Melihat anaknya yang terus menangis, Riyanto pun tidak bisa langsung meninggalkannya.
Oleh sebab itu, Riyanto menyempatkan diri untuk menghibur anaknya dengan tujuan supaya tertidur.
"Setelah tertidur, bapak baru berangkat," kata Ernawati.
Ernawati mengaku masih teringat dengan pesan dari suaminya untuk sang buah hati.
"Bila (anaknya) kangen. Lihat baju bapaknya saja," ungkapnya.
Menurutnya, sang suami berangkat bersama kakaknya, Suyanto menuju Jakarta menggunakan bus dari Terminal Pilangsari, Sragen.
Sesuai dengan persyaratan perjalanan, Ernawati menjelaskan suaminya beserta kakak iparnya langsung menjalani uji swab PCR di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Swab PCR Keduanya menunjukkan hasil yang negatif sehingga diperbolehkan untuk melakukan perjalanan menggunakan Sriwijaya Air Sj 182.
Baca juga: Beredar Foto Bayi Diselamatkan Tim SAR Disebut Korban Sriwijaya Air SJ 182, Faktanya Hoaks
Ernawati mengaku juga masih sempat berkomunikasi melalui video call pada pukul 13.00 WIB.