Inggris berpacu dengan waktu
Tak diragukan lagi, Inggris berpacu dengan waktu.
Hal itu jelas dapat dilihat dari keputusan untuk menunda pemberian vaksin dosis kedua dan memusatkan perhatian pada pemberian vaksin dosis pertama ke sebanyak mungkin penduduk.
Ada bukti yang menunjukkan penundaan dosis dengan vaksin Oxford-AstraZeneca mungkin membuat langkah memerangi pandemi, jauh lebih efektif.
Tetapi belum begitu jelas apakah bisa diterapkan dengan vaksin Pfizer-BioNTech karena uji klinis sebelumnya tidak menggunakan skenario penundaan dosis kedua.
Baca juga: Moeldoko Ungkap soal Vaksinasi Covid-19 terhadap Jokowi: Sama, Tidak Ada Bedanya dengan yang Lain
Tetapi jika memang perlindungan terhadap penularan berkurang, satu dosis vaksin tetap mendorong respons kekebalan yang akan membantu mencegah penyakit serius.
Lalu seberapa cepat Badan Kesehatan Inggris, NHS, bisa melakukan vaksinasi?
Pada akhirnya nanti NHS ingin memberikan dua juta dosis per minggu.
Tetapi target itu tidak bakal tercapai pekan ini karena jumlah dosis yang siap digunakan diperkirakan hanya sekitar satu juta .
Tetapi hari Senin (04/01) ini menandai permulaan bagi NHS untuk menggenjot pemberiaan vaksinasi.
Direktur medis NHS Profesor Stephen Powis mengatakan: "Program vaksinasi terbesar dalam sejarah NHS dimulai dengan baik, berkat usaha besar karyawan NHS yang telah memberikan lebih dari satu juta suntikan vaksin."
Dikatakannya pemberian vaksin Oxford itu "tercatat dalam sejarah sebagai yang pertama lagi di dunia yang akan memberikan perlindungan bagi ribuan orang lagi dalam pekan-pekan ke depan".
Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan vaksin pertama yang disetujui di Inggris dan sejauh ini lebih dari satu juta orang telah mendapatkannya.
Vaksin Oxford-AstraZeneca - yang penggunaannya disetujui pada akhir Desember - dapat disimpan pada suhu kulkas normal sehingga lebih memudahkan distribusi dan penyimpanan dibandingkan vaksin Pfizer.
Selain itu, harga setiap dosis juga lebih murah.