"Yang terjadi adalah antipati masyarakat."
dr Tirta mengatakan, kesalahan sudah sejak awal dilakukan Satgas Covid-19 era Terawan.
"Sesuatu yang terjadi terlalu cepat itu masyarakat anggapnya enggak masuk akal," ucapnya.
"Jadi kesalahan yang terjadi di Indonesia itu bukan vaksinnya, bukan kesalahan dokter."
"Tapi kesalahan alur komunikasi publik yang dilakukan Satgas Covid saat itu."
"Makanya kalau kita lihat sampai ada jubir vaksin itu sebenarnya ada masalah di komunikasi publik dari Agustus sampai November," tambahnya.
Setelah Budi Gunadi menggantikan Terawan, dr Tirta melihat komunikasi publik Satgas Covid-19 membaik.
"Komunikasi publik kita di menteri kesehatan itu mulai bener ketika menterinya ganti."
"Itu adalah fakta yang harus kita lihat," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-1.49:
Cara Registrasi Ulang setelah Dapat SMS dari Peduli Covid
Sementara itu, vaksin Covid-19 akan segera didistribusikan ke masyarakat.
Dilansir TribunWow.com, hal itu telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengirimkan SMS secara serentak kepada penerima vaksin Covid-19 tahap pertama.
Baca juga: Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Lansia Belum Pasti, Menkes Ungkap Alasannya: Sesudah Ada Konfirmasi
Baca juga: Penggunaan Darurat Global Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Akhirnya Disetujui WHO
Untuk mengecek daftar nama calon penerima, dapat diketahui melalui situs pedulilindungi.id.