Virus Corona

Epidemiolog Soroti Lonjakan Kasus Covid-19, Minta Segera Tarik Rem Darurat: Minimal Satu Pulau Jawa

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Virus Corona. Epidemiolog dari Universitas Indonesia mendukung wacana Pemprov DKI Jakarta yang kemungkinan akan menarik rem darurat dalam penanganan Covid-19.

Ariza mengatakan, keputusan tersebut nantinya akan diambil sesuai dengan fakta dan data yang ada terkait wabah Covid-19 di Jakarta.

Dia tidak bisa memastikan apakah rem darurat benar-benar akan diambil karena data terkait penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta cukup dinamis.

"Memang ini sangat dinamis sekali, terkait untuk data dan fakta," ucap Ariza.

Baca juga: GeNose dan CePAD, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia, Ini Bedanya dengan Rapid Test dan Swab

Lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta

Sebagai informasi, dalam 10 hari terakhir, tercatat enam kali lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota dengan catatan penambahan kasus melebihi angka 1.800.

Bahkan, penambahan kasus harian melebihi angka 2.000 selama dua hari, yakni 25 dan 26 Desember.

Lonjakan tertinggi kasus harian Covid-19 terjadi pada 25 Desember 2020 dengan penambahan 2.096 kasus.

Sementara itu, rata-rata penambahan kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta selama sepekan terakhir adalah 1.789 kasus.

Adapun total kasus Covid-19 di Jakarta hingga Senin ini adalah 177.604.

Dari jumlah tersebut, 159.878 orang dinyatakan sembuh, sedangkan 3.226 meninggal dunia.

Kemudian, sebanyak 14.500 pasien tercatat masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Segera Tarik Rem Darurat, Tak Usah Tunggu Tahun Baru"