TRIBUNWOW.COM - Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, M. Choirul Anam memastikan pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan soal penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI).
Dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Kompas TV, Senin (28/12/2020), Choirul menyebut pihaknya masih perlu melakukan sejumlah hal.
Satu di antaranya, meminta bantuan para ahli terkait temuan tim penyelidik Komnas HAM.
Setelah melakukan penyelidikan, Komnas HAM menemukan sejumlah bukti.
Baca juga: 5 Barang Bukti yang Ditemukan Komnas HAM dalam Kasus Penembakan 6 Laskar FPI: Perlu Kami Uji Lagi
Baca juga: Hasil Temuan Komnas HAM soal Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI: Proyektil, Rekaman CCTV, dan Percakapan
Meski Choirul pun tak yakin semua bukti yang diamankan berhubungan dengan penembakan laskar FPI.
"Karena sifat kehati-hatian kami di awal, apa pun kami ambil," jelas Choirul.
"Entah ini ada hubungannya atau tidak, ini earphone."
"Belum tentu ada hubungannya, dan ada barang lain yang belum ada hubungannya."
Ia menyebut, tim penyelidik hanya mengamankan barang yang ditemui di lokasi kejadian.
Termasuk, serpihan mobil yang ditemukan di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.
"Tapi tetap kami ambil karena titik itu, menurut kami ketika itu masih ada peristiwanya yang bisa kami bayangkan," jelasnya.
"Ini kami ambil sebelum ada informasi dan lain sebagainya di publik."
"Jadi kami menyusuri apa pun yang kita dapat."
"Ada mobil ketembak macam-macam, kayak gini ya kami ambil," tambahnya.
Baca juga: Soal Rizieq Shihab Dibui hingga FPI Terancam Bubar, Refly Harun: Speechless, Kok Negeri jadi Begini
Ia mengklaim Komnas HAM sangat berhati-hati menyelidiki kasus ini.