TRIBUNWOW.COM – Kepala Eksekutif BioNTech Ugur Sahin yakin vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama oleh perusahaannya akan efektif melawan varian baru Virus Corona yang muncul di Inggris.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai Bild TV, seperti dilansir Reuters, Selasa (22/12/2020).
Dia mengatakan perusahaan Jerman itu akan menyelidiki mutasi Virus Corona dalam beberapa hari mendatang .
Baca juga: Imbauan Presiden Jokowi soal Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19: Kayak Digigit Semut
Baca juga: Berikut Penjelasan BPOM soal Izin Edar Vaksin Covid-19 Sinovac, Berdasarkan Data Pengamatan 3 Bulan
Negara-negara di seluruh dunia mulai menutup perbatasan mereka dengan Inggris pada Senin (21/12/2020), karena khawatir penyebaran varian baru Virus Corona yang sangat menular.
Sahin berbicara tak lama setelah Uni Eropa memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin, yang dikembangkan bersama dengan Pfizer, untuk diluncurkan setelah Natal.
Sahin mengatakan dia belum divaksinasi tetapi ingin menerima suntikan vaksin Covid-19.
Baca juga: Ada 6 Jenis Vaksin Covid-19, Saleh Daulay Ungkap yang Sudah Deal Baru Sinovac: Sedang Negosiasi
Dia mengatakan lebih penting karyawannya mendapatkan vaksin sehingga dapat terus melakukan pekerjaan mereka.
Varian baru Virus Corona pertama kali terdeteksi pada September dan sekarang menyumbang hampir dua pertiga dari semua penularan Covid-19 terbaru di seluruh Inggris.
Para ahli mengatakan, Virus Corona itu bermutasi dan membuatnya 70 persen lebih menular daripada strain lainnya.
Pada Sabtu lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan rencana untuk kembali memberlakukan pembatasan di beberapa wilayah negara, akibat pandemi Covid-19.
Hal ini menyusul penemuan strain atau varian baru Virus Corona di Inggris.
Pembatasan tersebut dimaksudkan untuk mengendalikan penyebaran virus.
Pasalnya, varian baru ini dapat menyebar lebih cepat daripada strain virus sebelumnya, yang saat ini masih belum sepenuhnya teratasi.
"Kami harus bertindak sekarang. Ketika virus mengubah metode serangannya, kami harus mengubah metode pertahanan,” kata Johnson seperti dikutip CNBC.
Pada Senin minggu lalu, Pemerintah Inggris mengumumkan penemuan varian baru Virus Corona terkait peningkatan kasus di wilayah selatan dan timur.