Terkini Daerah

Sejumlah Makam Terbongkar bahkan Kain Kafan hingga Kerangka Manusia Bermunculan ke Tanah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah warga Padahurp menguburkan kembaki jasad yang terbongkar saat longsor.

“Namun untuk kawasan longsor ini sudah bisa diatasi dengan melibat warga dan petugas dari TNI –Polri dan dibantu alat berat,” ungkapnya.

Baca juga: Haikal Hasan Mengaku Sudah Larang Habib Rizieq Pulang dan Peringatkan akan Berhadapan dengan Hukum

Cianjur Zona Merah Pergerakan Tanah

Lokasi bencana tanah longsor yang melanda sejumlah kampung di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan kawasan zona merah bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur telah jauh-jauh hari memasang plang peringatan daerah rawan pergerakan tanah di wilayah tersebut, seperti yang terpampang di Kampung Belendung.

“Ya, memang itu daerah rawan bencana pergerakan tanah. Zona merah,” kata Sekretaris BPBD Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan kepada Kompas.com via telepon, Rabu (25/3/2020).

Karena itu, pihaknya akan melakukan kajian mendalam dan menyeluruh secara lintas sektoral terkait potensi merelokasi permukiman penduduk tersebut.

“Karena kan harus dikonsep matang juga, termasuk menyiapkan lokasi baru. Jadi, untuk rencana itu (relokasi) memang harus dibicarakan dengan banyak pihak,” ujar dia.

Disebutkan, fokus pemerintah daerah saat ini adalah pada nasib warga terdampak yang kini tinggal sementara di tenda pengungsian, madrasah, dan rumah-rumah penduduk.

“Logistik juga sudah didroping ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan mereka selama tinggal di pengungsian,” kata Irfan. 

Baca juga: Sungai Cianten Meluap, Bogor Dilanda Banjir dan Longsor, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak

Longsor Susulan

Pihaknya mengingatkan warga untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi yang bisa memicu longsor susulan.

"Untuk rumah warga lainnya yang terancam sudah kita imbau penghuninya untuk sementara turut mengungsi dulu dengan warga yang terdampak," ujar dia.

“Terkait rumah yang rusak akibat bencana ini, tentunya akan mendapatkan bantuan perbaikan," ucapnya.

Sementara Ketua RT 006/004 Kampung Belendung Mohamad Iwan mengatakan, bencana tanah longsor di wilayahnya merupakan kali kedua terjadi kurun lima tahun terakhir.

“Dulu juga pernah terjadi, 2016. Namun, tidak separah seperti yang sekarang,” kata Iwan kepada Kompas.com

Baca juga: Jasad Korban Longsor di Muaraenim Ditemukan setelah 2 Bulan, Korban Masih Berada di Kabin Alat Berat

Halaman
123