Virus Corona

Pemerintah Berencana Naikkan Alokasi Vaksin Gratis untuk Masyarakat Jadi 50 Persen

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari negara Tiongkok baru saja tiba Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (7/12/2020).

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah berencana akan menaikan jumlah alokasi vaksin Covid-19 secara gratis bagi masyarakat.

Hal itu diungkapkannya oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhajir Effendy dalam acara Kompas Bisnis, Senin (14/12/2020). 

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut atau menargetkan hanya akan menanggung beban vaksinasi kepada 32 juta orang dari 107 vaksinasi yang akan dilakukan.

1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam. (BPMI Setpres/Muchlis Jr.)

Baca juga: Survei Sebut 9 Persen Warga Jawa Barat Menolak Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasan Ridwan Kamil

Baca juga: Nakes di Indonesia Khawatir Jadi yang Pertama Dapat Vaksin Covid-19: Kalo Jadi Percobaan Ya Takut

Itu artinya hanya 30 persen saja yang dapat didapatkan secara gratis, sedangkan 70 persen dilakukan secara mandiri atau berbayar.

Muhajir Effendy mengatakan ada kemungkinan pemerintah akan menaikkan vaksinasi gratis itu menjadi 50 persen dari total vaksinasi yang akan dilakukan.

Sedangkan yang berbayar juga sebanyak 50 persen.

Selain alokasi, Muhajir Effendi juga menyebut ada peningkatan jumlah vaksinasi dari yang sebelumnya sebanyak 107 juta menjadi 182 juta vaksin.

Vaksin tersebut akan diberikan kepada warga masyarakat dengan rentang usia 18-59 tahun.

"Dievaluasi tentang alokasi berapa yang nanti harus ditanggung oleh pemerintah dan berapa yang mandiri," ujar Muhajir Effendy.

"Belum final, termasuk jumlahnya terakhir diperkirakan nanti akan ada 182 juta dari semula 107 juta, jadi sudah naik lagi," imbuhnya.

Meski begitu, dirinya belum bisa memastikan terkait hal itu lantaran semuanya terkait vaksinasi masih terus dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah.

"Kemungkinan nanti, tapi ini juga masih tentatif, kemungkinan 50:50," pungkasnya.

Baca juga: Penjelasan Kemenkes soal Harga Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia

Simak videonya mulai menit awal:

Tanggapan IDI soal akan Jadi Prioritas Penerima Vaksin

Pemerintah memprioritasnya vaksinasi akan dilakukan pada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang memiliki risiko tinggi tertular Covid-19.

Halaman
12