Orangtua yang merasa tidak terima atas perlakukan DD langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Dikatakan Anton sejauh ini sudah ada sembilan laporan dari korban dan orangtua.
Meski begitu dirinya akan tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait apakah ada korban lainnya.
"Sejauh ini ada sembilan korban yang telah melapor. Namun pemeriksaan intensif masih dilakukan untuk mengungkapkan ada korban lain," tutur Anton.
Sementara dari sembilan korban nafsu bejat DD sudah dilakukan upaya trauma healing lantaran mengalami trauma akibat kekerasan seksual yang diterima.
Pihaknya disebut telah berkoordinasi dengan pihak P2TP2A dan KPAI setempat.
"Jelas mereka harus mendapatkan pendampingan untuk pemulihan psikisnya pascamenjadi korban kekerasan seksual,"
Kini pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cianjur.
DD sebelumnya ditangkap di rumahnya di arangtengah, Cianjur.
Barang bukti yang disita adalah lima setel seragam sekolah dasar milik korban dan handphone milik pelaku.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-undang Perlindungan Anak, sehingga terancam pidana 15 tahun penjara, serta denda maksimal Rp 5 miliar. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Oknum Guru di Cianjur Jadi Predator Seks, 9 Siswa Jadi Korban, Ancam Beri Nilai Jelek, Oknum Guru di Cianjur Cabuli 9 Murid Laki-lakinya dan Modus Oknum Guru di Cianjur Cabuli 9 Muridnya, Pinjamkan Ponsel untuk Main Game dan Kasih Uang Jajan