"Tapi dia juga adalah fakta politik karena berhadapan dengan kemacaten politik di dalam negeri," anggap Rocky.
Bahkan pengamat politik 61 tahun ini menilai Rizieq bisa memperbaiki masalah-masalah yang ada di Indonesia, baik ekonomi hingga masalah keadilan.
"Sehingga orang menginginkan ada resultante dari krisis ekonomi, krisis legitimasi, resultantenya jatuh pada Habib Rizieq."
"Jadi secara ideologis orang menginginkan suatu jenis rezim yang baru yang ada justice, yang ada keadilan, kesetaraan, penghargaan pada pemikiran manusia," katanya.
Sedangkan Rocky menyebut pihak pemerintah khususnya presiden belum mampu mengatasi masalah-masalah yang terjadi sekarang.
Sehingga wajar jika kepulangan Rizieq disambut oleh ribuan orang.
"Itu tidak ada di Istana. Karena itu orang gembira sekaligus tercengang atau kagum ketika Habib Rizieq pulang."
"Ini yang namanya psikologi publik yang tidak bisa dijelaskan oleh segala macam teori intelejen, segala macam," jelas dia. (TribunWow.com/Brigitta/Gipty)