TRIBUNWOW.COM - Pakar Komunikasi Politik serta Mantan Ketua KP2-KKP, Effendi Gazali mengakui Edhy Prabowo sebagai sosok yang jantan.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (2/12/2020).
Dilansir TribunWow.com, Effendi Gazali menilai kejantanan dari Edhy Prabowo terlihat setelah berani mengakui kesalahannya dalam izin ekspor benur atau benih lobster.
Baca juga: Di ILC, Fahri Hamzah Akui Dirinya Bodoh Jadi Eksportir Benur dari Kebijakan Edhy Prabowo
Baca juga: Repons Ali Ngabalin saat Dicurigai Karni Ilyas sebagai Intel KPK soal Penangkapan Edhy Prabowo
Sebelumnya Edhy Prabowo ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (25/11/2020) dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Pak Edhy Prabowo sudah dengan jantan menurut saya mengakui bersalah," ujar Effendi Gazali.
Meski Edhy Prabowo sudah ditetapkan sebagai tersangka, Effendi Gazali masih mengaku tetap berteman dengan mantan menteri KKP tersebut.
Bahkan ia juga mengakui kenyataan tersebut sebagai hal yang tidak biasa dan jarang terjadi terhadap menteri yang terjerat kasus korupsi.
"Ini agak menarik biasanya kalau ada menteri kena itu semua orang langsung mengaku dia bukan teman menterinya, dia jauh, enggak kenal sama menterinya," kata Effendi Gazali.
"Kalau saya enggak, saya tetap teman menteri, saya tetap temannya Edhy Prabowo yang koruptor (tersangka)," tegasnya.
"Saya tetap temannya Edhy Prabowo yang kena OTT."
Baca juga: Di ILC, Karni Ilyas Tanyakan Apakah Diam-diam Bagasi Ngabalin Berisi Barang Mewah? Lihat Reaksinya
Tidak hanya masih mengakui sebagai teman Edhy Prabowo, Effendi Gazali menyebut dirinya gagal menjadi penasihat di Lembaga Pembina Komite Pemangku Kepentingan dan Kebijakan Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Sama juga kalau disebut penasihat, gagal? Gagal. Kita berusaha menasihati sebaik mungkin tapi gagal," kata Effendi Gazali.
"Karena kita tidak punya akses ke staf khusus. Apakah kami sudah mencoba untuk mendiskusikan dengan civil society, kami sudah datang ke ICW," jelasnya.
"Jadi sekali lagi kalau disebut sebagai penasihat ahli yang gagal, gagal."
Simak videonya mulai menit ke- 11.14