Pilpres Amerika Serikat 2020

Dikenal sebagai Pengikut Donald Trump, Bagaimana Nasib Jair Bolsonaro jika Joe Biden Pimpin AS?

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Brasil Jair Bolsonaro di Brasilia, Brazil 6 April 2020. Mantan Duta Besar Brasil untuk AS Rubens Ricupero mengatakan bahwa Bolsonaro akan 'berdiri sendiri' karena kehilangkan panutannya, Donald Trump, jika Biden memimpin AS.

TRIBUNWOW.COM - Selama dua tahun terakhir, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menemukan 'pasangan idealnya' pada diri Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Seperti kata pepatah 'butuh dua orang untuk menari tarian tango'.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Senin (30/11/2020), Bolsonaro memang telah mengikuti 'selangkah demi selangkah' jejak Trump, bahkan meskipun saat ia sedang tidak melayani kepentingan terbaik untuk negaranya.

Baca juga: Tak Akui Kekalahan, Donald Trump Disebut Bakal Gelar Kampanye Pilpres 2024 saat Joe Biden Dilantik

Hal ini yang membuatnya mendapatkan julukan 'Tropical Trump'.

Namun saat Trump meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2020, lalu presiden terpilih dari Partai Demokrat Joe Biden mengambil alih kebijakan lingkungan dan luar negeri AS, di mana Bolsonaro akan berdiri?

Mantan Duta Besar Brasil untuk AS Rubens Ricupero mengatakan bahwa Bolsonaro akan 'berdiri sendiri'.

"Ia akan berdiri sendiri, karena ia kehilangan panutannya dan satu-satunya sekutu kuatnya di dunia," kata Ricupero.

Menurut Ricupero, Bolsonaro hanya memiliki hubungan baik dengan Trump, bukan pemimpin negara lainnya.

"Sedangkan dengan negara lainnya seperti Uni Eropa, Prancis, Jerman, China, hubungannya buruk. Dan ia memulai hubungannya dengan Presiden terpilih AS Joe Biden dengan langkah yang salah," tegas Ricupero.

Beberapa pekan setelah Biden mengalahkan Trump dalam pemilihan AS, Bolsonaro masih belum mengakui kemenangan mantan Wakil Presiden AS era Barack Obama itu.

Bolsonaro memang telah menjelaskan bahwa ia menyimpan dendam terhadap presiden terpilih AS itu atas komentar yang dilontarkan selama debat pertama calon presiden.

Saat itu Biden memang berbicara tentang bagaimana ia berencana untuk bergabung kembali dengan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

Selain itu, Biden juga menawarkan bantuan untuk mengumpulkan dana sebesar 20 miliar dolar AS demi mendukung Brasil dalam memerangi kebakaran hutan di Amazon.

Baca juga: Meski Tetap Tak Mau Akui Kekalahan di Pilpres AS, Donald Trump Sebut Siap Tinggalkan Gedung Putih

Biden juga menegaskan bahwa Brasil dapat menghadapi sanksi jika tidak menghentikan perusakan terhadap hutan hujan.

Pernyataan Biden pun ditanggapi Bolsonaro dengan balasan provokatif dalam pidato yang ia sampaikan 11 November lalu.

Halaman
12