Dirinya lantas menyinggung soal persoalan sama yang terjadi dalam masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pada masa itu, banyak kepala daerah yang justru terlihat beroposisi dengan presiden.
"Makanya menjadi anomali dia oposisi sama presiden tetapi bersama terus," ungkap Irmanputra.
"Kalau presidennya selalu salah, gubernurnya selalu benar, atau sebaliknya seperti itu. Padahal ini sama-sama satu ranjang di kekuasaan," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 13.15:
Burhanuddin Peringatkan Anies soal Unggahan Baca Buku How Democrasies Die
Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi ikut mengomentari soal viral Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membaca buku 'How Democrasies Die'.
Menurut Burhan, Anies memiliki pesan tersembunyi terkait postingannya di media sosial membaca buku karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt.
Hal itu diungkapkan Burhan di acara Kabar Petang tvOne pada Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Pesan Jubir Satgas Covid-19 pada Anies Baswedan, Minta untuk Tegas pada Pelanggar Protokol Kesehatan
Burhan mengingatkan bahwa postingan Anies itu bisa menimbulkan dampak tersendiri bagi dirinya.
Pasalnya, Anies juga merupakan seorang pemimpin.
"Buku itu pisau bermata dua di satu sisi mengirimkan ancaman, sinyal kepada siapapun," kata Burhan.
Anies mencoba menyampaikan pesan kepada publik agar jangan melibatkan tentara dalam masalah-masalah sipil.
Jangan gunakan pendekatan politik dengan embel-embel menyebut kepentingan rakyat
"Agar jangan menggunakan tentara dalam isu-isu yang terkait isu masalah sosial politik."