Terkini Nasional

Anies Baca Buku How Democrasies Die, Burhanuddin Muhtadi Duga Terkait Kasus TNI dan Habib Rizieq

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menurut Pengamat Politik, Burhanuddin Muhtadi melalui kanal YouTube tvOneNews pada Selasa (24/11/2020), postingan Anies dinilai ada kaitannya dengan kepulangan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

TRIBUNWOW.COM - Publik baru saja dihebohkan dengan foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang memposting foto dirinya tengah membaca buku 'How Democracies Die'.

Tindakan Anies yang menggunggah foto Buku karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt ini mengundang banyak pro dan kontra.

Bahkan sejumlah pejabat dan politisi di Indonesia ramai-ramai mengkritisi tindakan Anies tersebut.

Gubernur Anies Baswedan mengunggah foto dirinya tengah membaca buku How Democracies Die yang ditulis oleh Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt. (Instagram @aniesbaswedan)

Baca juga: Tuai Sorotan, Kenakan Sarung Anies Baswedan Baca Buku How Democracies Die, Sindiran?

Menurut Pengamat Politik, Burhanuddin Muhtadi melalui kanal YouTube tvOneNews pada Selasa (24/11/2020), postingan Anies dinilai ada kaitannya dengan masalah TNI dan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

"Sebagai pengamat politik tentu saya tidak melihat foto tadi berhenti sebagai foto saja, tapi ada sesuatu yang kita baca secara lebih jernih."

"Foto itu muncul saat kita dipamerkan di mana ada kekisruhan terkait dengan kedatangan Habib Rizieq di saat yang sama respond dari negeri yang cukup efektif dalam penggunaan power terutama tentara," kata Burhan.

Menurut Burhan, TNI seharusnya tidak bisa begitu saja terlibat dalam masalah masyarakat, misalnya terkait perintah Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurrachman dalam mencopot sejumlah atribut FPI di jalan.

Burhan mengingatkan, tindakan TNI masuk ke masalah sipil itu bisa membahayakan demokrasi.

"Saya ingin mengatakan bahwa bagaimanapun tentara memiliki keterbatasan masuk di ruang sipil."

"Jadi ketika masuk urusan terkait dengan baliho itu sesuatu yang berbahaya buat demokrasi kita," jelas Burhan.

Ia menduga Anies ingin mengatakan pada publik bahwa tentara yang ikut dalam masalah sipil bisa membahayakan demokrasi.

"Jadi sekali kita menoleransi kehadiran tentara yang bukan di ruang kavlingnya itu bahaya."

"Jadi itu kira-kira bahasa yang ingin disampaikan oleh Mas Anies Baswedan," lanjutnya.

Baca juga: Anies Baswedan Baca Buku How Democracies Die, Lihat Reaksi Fadli Zon hingga Yunarto Wijaya

Lihat menit 2.16:

Anies Kembali Disorot Gara-gara Buku 'How Democracies Die'

Halaman
12