TRIBUNWOW.COM - Perwakilan Desa Baomekot dan lembaga adat terkait kasus hukuman menempelkan besi panas ke tangan salah satu warga telah dipanggil oleh aparat kepolisian.
Perwakilan desa dan lembaga adat dipanggil Polsek Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (17/11/2020).
Polisi meminta penjelasan terkait hukuman adat yang difasilitasi pemerintah desa itu.
“Kita panggil mereka untuk minta klarifikasi lembaga adat, pemerintah desa, dan korban atas persoalan itu,” jelas Kapolsek Kewapante Iptu Margono saat dikonfirmasi, Rabu (18/11/2020).
Baca juga: Pengakuan Remaja Pembunuh Pelajar di Lubuklinggau, Tikam Leher Dedek 2 Kali: Dia Masih Hidup
Baca juga: Pasang Tarif untuk Ketemuan, Siswi SMA Asal Demak Dibunuh di Hotel oleh Teman Dekat yang Sakit Hati
Polisi masih berusaha mempertemukan korban dan perangkat desa untuk berdialog.
Sampai saat ini, kata dia, korban belum bersedia karena masih menunggu keluarga besarnya.
“Sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi atas persoalan tersebut,” kata Margono. Kepala Desa Baomekot Laurensius Sai mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi hukum adat terhadap seorang warga.
Kejadian itu bermula ketika seorang pria berinisial MA (29) dilaporkan perempuan berinisial MYT (34) ke lembaga adat dan pemerintah Desa Baomekot.
MYT menuduh MA telah melakukan hubungan badan dengannya pada 12 Agustus 2020.
Laporan itu dibuat pada Oktober 2020.
Pemerintah desa lalu memfasilitasi ritual adat untuk membuktikan tuduhan yang dilayangkan pihak perempuan.
Baca juga: Hampir Tewas seusai Diracuni oleh Ibunya yang Gantung Diri, Ini Nasib Bayi Korban yang Selamat
Ritual adat itu, kata Laurensius, telah dilakukan secara turun temurun.
“Tujuannya untuk menguji kejujuran seseorang,” kata Laurensius.
Sebelumnya diberitakan, MA (29), warga Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, dihukum pegang besi panas untuk membuktikan benar atau salah, Sabtu (14/11/2020).
Peristiwa itu disaksikan oleh seluruh warga setempat.
(Kompas.com/Kontributor Maumere, Nansianus Taris)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Penjelasan Kepala Desa soal Pria Pegang Besi Panas karena Tuduhan Bersetubuh dengan Perempuan"