TRIBUNWOW.COM - Polisi mengantongi ciri-ciri dua pelaku yang diduga melakukan aksi pembegalan terhadap kolonel TNI Angkatan Udara saat bersepeda di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Sativa menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui ciri-ciri pelaku dan jenis kendaraan yang digunakannya saat melakukan pembegalan.
"Ciri-cirinya sudah jelas. Dia pakai (motor) Satria FU," ujarnya Riza melalui pesan singkat, Senin (16/11/2020).
Kendati demikian, polisi masih menyelidiki dan mencari keberadaan dua para pelaku pembegalan tersebut.
"Masih dalam proses penyelidikan," pungkasnya.
Baca juga: Laporan terhadap Nikita Mirzani Ditolak Polisi, FMPU DKI Jakarta: Yang Penting Sudah Berupaya Hukum
Kanitreskrim Polsek Pondok Aren AKP Sumiran sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.
"CCTV sudah dicari di sekitar lokasi. Lagi dilidik," ujarnya, Minggu.
Selain mengecek kamera CCTV, polisi juga sudah memeriksa saksi yang mengetahui aksi pembegalan itu.
Namun, Sumiran tidak menjelaskan jumlah saksi yang diperiksa dan keterangan sementara yang didapatkan kepolisian.
"Masih berlangsung pemeriksaannya. Ada yang sudah dipanggil," kata dia.
Untuk diketahui, seorang kolonel TNI AU menjadi korban pembegalan saat bersepeda di Jalan Boulevard Bintaro, Pondok Tangerang Selatan, Sabtu (14/11/2020).
Kadispen AU Marsma TNI Fajar Adriyanto menyebutkan, perwira TNI AU yang menjadi korban pembegalan saat bersepeda pada Sabtu pagi itu adalah Kolonel Ridwan Gultom.
"Jadi Pak Ridwan Gultom itu hari Sabtu bersepeda sama keluarganya di kawasan Bintaro, tapi beliau memisahkan diri karena sepedanya kan cepat," ujar Fajar kepada Kompas.com, Minggu.
Kolonel Ridwan Gultom akhirnya melaju sendirian di Jalan Raya Boulevard Bintaro dan berpisah dari rombongannya.
Baca juga: Alasan Polisi Tolak Laporan Forum Masyarakat Pecinta Ulama DKI Jakarta terhadap Nikita Mirzani
Saat berada di dekat sebuah rumah sakit swasta, kata Fajar, ada dua orang berboncengan sepeda motor yang mendekat dan berupaya merampas barang bawaan korban.