Pilpres Amerika Serikat 2020

Trump Kembali Tak Akui Kekalahannya di Pilpres AS, Publik Balas dengan Meme: Anda Kalah Tuan

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Donald Trump saat mengunjungi markas kampanyenya di Virginia, Rabu (4/11/2020).

TRIBUNWOW.COM - Calon presiden Amerika Serikat (AS) petahana Donald Trump masih enggan mengakui kekalahannya dalam pemilihan presiden (pilpres).

Dilansir TribunWow.com, pilpres AS telah dimenangkan pasangan calon dari Partai Demokrat, yakni Joe Biden dan Kamala Harris dengan 290 suara elektoral.

Jumlah tersebut sudah melebihi ambang batas yang diperlukan untuk memenangkan pilpres, yakni 270.

Presiden Donald Trump masih meyakini dapat memenangkan Pilpres AS 2020 setelah kalah dari Joe Biden-Kamala Harris, diunggah Kamis (22/11/2020). (Capture Twitter @realDonaldTrump)

Baca juga: Respons Joe Biden saat Trump Masih Tolak Hasil Pilpres AS: Hanya Ada Satu Presiden dalam Satu Waktu

Sementara itu pasangan Donald Trump dan Mike Pence hanya mendapat 217 suara elektoral.

Masih enggan mengakui kekalahannya, Trump terus menuding ada kecurangan dalam penghitungan suara.

Ia juga masih yakin dapat memenangkan pilpres, meskipun perolehan suara elektoralnya kalah jauh dengan Biden-Harris.

Trump kemudian mengunggah video saat kampanye.

Video tersebut diunggah ulang dari akun Kepala Staf Gedung Putih untuk Komunikasi dan Direktur Media Sosial, Dan Scavino.

"KAMI AKAN MENANG!" cuit akun @realDonaldTrump, Kamis (12/11/2020).

Dalam video tersebut tampak simpatisan Partai Republik mengenakan atribut merah.

Mereka bersorak sorai menyampaikan dukungan terhadap Trump.

"Semakin banyak orang yang mengatakan tidak mungkin, semakin kamu harus membuktikan mereka salah. Perlakukan kata 'tidak mungkin' hanya sebagai motivasi," suara Trump mewarnai latar belakang video tersebut.

Cuitan Trump kemudian menuai perhatian dari warganet.

Baca juga: Masa Berkuasa Tinggal 72 Hari, Trump Justru Pecat Menteri Pertahanan Mark Esper karena Hal Ini

Sampai Kamis pagi, video itu telah ditonton lebih dari 2,8 juta kali, disukai lebih dari 191 ribu kali, serta di-retweet lebih dari 43 ribu kali.

Tidak sedikit warganet yang membalas cuitan Trump dengan mengolok-olok, mengingatkan calon petahana tersebut akan kekalahannya.

Halaman
123