Terkini Nasional

Soal Habib Rizieq Dicekal, Munarman Bocorkan Ucapan Dubes Arab Saudi: 'Tanya Pemerintah Anda'

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemimpin FPI Rizieq Shihab direncanakan akan tiba di Indonesia pada 10 November 2020 esok.

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengungkapkan fakta pencekalan Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Zoom In di TvOne, Minggu (8/11/2020).

Diketahui sebelumnya Habib Rizieq sudah berulang kali berencana hendak pulang dari Arab Saudi.

Sekretaris Umum FPI Munarman mengungkapkan fakta pencekalan Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq, dalam acara Zoom In, Minggu (8/11/2020). (Capture YouTube TvOne)

Baca juga: Fadli Zon Sindir Pemerintah soal HRS, Mahfud MD Unggah Video Sumpah Habib Rizieq: Kok Salah Terus?

Namun rencana kepulangan itu terhambat dengan berbagai alasan, termasuk isu pencekalan dari pemerintah Arab Saudi.

Munarman lalu membenarkan hal tersebut.

"Kalau yang dulu itu Habib Rizieq dalam proses investigasi. Dalam proses investigasi itu, masih melakukan proses klarifikasi informasi terhadap Habib Rizieq," jelas Munarman.

"Sebetulnya Habib Rizieq sudah clear masalahnya di awal Januari 2020," lanjutnya.

Namun setelah itu gelombang pandemi Covid-19 muncul di seluruh dunia.

Akibatnya pembicaraan kepulangan Habib Rizieq dengan pemerintah Arab Saudi menjadi tertunda.

Munarman menjelaskan bahkan sebelumnya sudah ada rencana pulang.

"Sebetulnya rencana pulang itu bulan Maret, tapi tidak bisa karena terhalang pandemi," kata Munarman.

Dalam proses investigasi, Munarman menjelaskan, pemerintah Arab Saudi berupaya mengklarifikasi sejumlah isu terkait Habib Rizieq.

Baca juga: Habib Rizieq Sempat Bantah Isu Overstay, Mahfud MD Justru Konfirmasi: Dia Itu Akan Dideportasi

Ia mengungkapkan sejumlah tuduhan yang disampaikan terhadap ulama tersebut.

"Overstay, kemudian bahwa Habib Rizieq mengumpulkan uang untuk kegiatan politik di Indonesia, macam-macam," jelas Munarman.

Setelah investigasi berlangsung, tuduhan-tuduhan itu terbukti tidak benar.

Halaman
123