Namun bukannya diantarkan pulang ke rumah, korban malah dipaksa turun dari motor dan langsung ditinggalkan di pinggir jalan.
Karena ditinggal pelaku, korban akhirnya menghubungi temannya untuk meminta jemput.
Baca juga: Rencana Vaksin Covid-19 Mundur, Pemerintah Masih Masih Tunggu EUA dari BPOM
"Pelaku ini kami duga sudah profesional mencari mangsa. Karena, seusai kejadian kami berupaya menghubungi nomor ponsel pelaku. Tetapi, hingga saat ini nomor ponselnya tidak aktif lagi. Facebook pelaku juga sudah di blokir ," katanya.
Sedangkan As, orangtua korban mengatakan, keluarga baru mengetahui kejadian pemerkosaan tersebut lantaran korban lebih banyak mengurung diri di kamar.
"Perilakunya berubah drastis. Lebih banyak melamun dan tidak mau makan. Sempat kami tanya, tetapi malah diam," katanya.
Lama kelamaan, setelah dibujuk alasan korban selalu mengurung diri dan tidak mau makan, akhirnya korban mau bercerita atas pemerkosaan yang dialaminya.
"Dari pengakuan dia, kami syok. Setelah kami musyawarah, akhirnya kami memutuskan untuk melapor ke polisi," pungkasnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menjelaskan, bila SPKT Polda Sumsel telah menerima laporan tindak asusila dengan korban anak di bawah umur.
"Laporannya sudah kami terima dan langsung dilakukan penyelidikan dari Subdit PPA Polda Sumsel. Korban juga kami mintai keterangan terkait tindak asusila yang dialaminya," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul "Pelajar di Palembang Dirudapaksa Pria Baru Dikenalnya di Facebook, Setelah Itu Ditinggalkan di Jalan."