Terkini Daerah

Istri Tikam Suami dan Bohong Sebut Korban Tewas Bunuh Diri, Sakit Hati Pernah Dijebloskan Penjara

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi mayat. Seorang istri berinisial SA (39) tega membunuh suaminya, Eko Satyo Budi di rumahnya di Dusun Gunungan, Desa Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 05.30 WIB.

TRIBUNWOW.COM - Seorang istri berinisial SA (39) tega membunuh suaminya, Eko Satyo Budi di rumahnya di Dusun Gunungan, Desa Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 05.30 WIB.

Setelah menghabisi nyawa sang suami, SA justru melaporkan kejadian itu sebagai tindakan bunuh diri.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Selasa (3/11/2020), kejadian bermula ketika mereka berdebat soal uang tabungan sebesar Rp 500 ribu.

Ilustrasi. Seorang istri berinisial SA (39) tega membunuh suaminya, Eko Satyo Budi di rumahnya di Dusun Gunungan, Desa Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 05.30 WIB. (kompas.com)

Baca juga: Tak Terima FA Dibunuh, Keluarga Korban Pembunuhan Coba Serang Rumah Pelaku, 2 Polisi Malah Terluka

"Tersangka sakit hati karena tabungan uang tunai yang disimpan di celengan plastik diambil oleh korban. Tersangka juga sakit hati karena sering dipukuli oleh korban," kata Kapolres Pasuruan, AKBP Arman lewat keterangan tertulis, Senin (2/11/2020).

SA mulanya ingin meminjam uang kepada istri sirinya itu.

Pelaku menolak lantaran uang tersebut akan dikirim kepada anaknya di Malang.

Lalu, korban justru memaksa dan memukuli istrinya hingga babak belur.

"Istrinya menarik kaos pada bagian belakang korban sampai hampir jatuh. Saat itu korban marah dengan memukul kepala istrinya sampai jatuh selanjutnya menendang perut istrinya hingga jatuh," lanjutnya.

Lantaran terus dipukuli oleh suaminya, SA lalu berteriak minta tolong.

Sedangkan Eko langsung membungkam mulut istrinya hingga sang pelaku itu marah.

Setelah memukuli istrinya, Eko kemudian memilih tidur di ranjang.

Melihat korban seperti itu, terlintas di benak SA untuk membunuh sang suami.

Baca juga: Ditinggal Beli Mie Instan, Pemuda Dibunuh oleh Temannya Sendiri saat Pesta Miras, Motifnya Dendam

SA sempat ragu dengan perbuatannya itu.

Mengingat perlakuan korban dan dirinya dilarang mengirim uang ke anaknya, SA lantas nekat membunuh suami.

Sehingga, SA langsung mengambil pisau dari dapur.

"Sehingga rasa sakit hatinya semakin kuat, kemudian saat itu juga istrinya mengambil pisau dapur yang ada di tempat sendok yang tergantung di tembok dapur," kata Arman.

Setelah membunuh suaminya, kemudian ia meletakkan pisau ke tangan kiri korban.

Sedangkan dirinya pergi membersihkan diri dan melaporkan suaminya bunuh diri.

Dari hasil penyelidikan polisi, SA tak hanya sakit hati karena uang dan terus jadi korban pemukulan.

SA juga sakit hati lantaran korban pernah melaporkannya terkait kasus narkoba.

Baca juga: Kronologi Gadis 17 Tahun di Muaraenim Bunuh Diri, sempat ke Pasar Beli Racun Bersama Tantenya

Sehingga SA sempat dipenjara selama enam bulan.

Terkait kasus ini, SA kini telah dibawa ke ruang tahanan Polres Pasuruan Kota.

Ia terjerat pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Setelah Bunuh Suaminya, Perempuan Ini Laporkan Korban Tewas Bunuh Diri dan Sering Dipukuli, Istri Siri Bunuh Suami, Laporkan Kematian Korban sebagai Bunuh Diri