TRIBUNWOW.COM - Seorang istri berinisial SA (39) tega membunuh suaminya, Eko Satyo Budi di rumahnya di Dusun Gunungan, Desa Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 05.30 WIB.
Setelah menghabisi nyawa sang suami, SA justru melaporkan kejadian itu sebagai tindakan bunuh diri.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Selasa (3/11/2020), kejadian bermula ketika mereka berdebat soal uang tabungan sebesar Rp 500 ribu.
Baca juga: Tak Terima FA Dibunuh, Keluarga Korban Pembunuhan Coba Serang Rumah Pelaku, 2 Polisi Malah Terluka
"Tersangka sakit hati karena tabungan uang tunai yang disimpan di celengan plastik diambil oleh korban. Tersangka juga sakit hati karena sering dipukuli oleh korban," kata Kapolres Pasuruan, AKBP Arman lewat keterangan tertulis, Senin (2/11/2020).
SA mulanya ingin meminjam uang kepada istri sirinya itu.
Pelaku menolak lantaran uang tersebut akan dikirim kepada anaknya di Malang.
Lalu, korban justru memaksa dan memukuli istrinya hingga babak belur.
"Istrinya menarik kaos pada bagian belakang korban sampai hampir jatuh. Saat itu korban marah dengan memukul kepala istrinya sampai jatuh selanjutnya menendang perut istrinya hingga jatuh," lanjutnya.
Lantaran terus dipukuli oleh suaminya, SA lalu berteriak minta tolong.
Sedangkan Eko langsung membungkam mulut istrinya hingga sang pelaku itu marah.
Setelah memukuli istrinya, Eko kemudian memilih tidur di ranjang.
Melihat korban seperti itu, terlintas di benak SA untuk membunuh sang suami.
Baca juga: Ditinggal Beli Mie Instan, Pemuda Dibunuh oleh Temannya Sendiri saat Pesta Miras, Motifnya Dendam
SA sempat ragu dengan perbuatannya itu.
Mengingat perlakuan korban dan dirinya dilarang mengirim uang ke anaknya, SA lantas nekat membunuh suami.
Sehingga, SA langsung mengambil pisau dari dapur.