Berdasarkan analisis Galan, Obama yang memiliki sifat tenang dapat meraih simpati dari masyarakat negeri Paman Sam tersebut.
Galan lalu kembali menyinggung soal ucapan 'Insyaallah' yang sempat dilontarkan oleh Biden.
Ia melihat Biden menggunakan tersebut untuk menarik simpati, namun juga digunakan sebagai sindiran terhadap Trump.
"Itu mungkin (ingin) mengambil simpati dari golongan warga muslim," kata Galan.
"Tapi di sisi lain itu juga nyindir."
"Jadi kesannya sama-sama enggak dewasa," sambung dosen yang kini tengah menempuh studi doktoral di Taiwan itu.
Melihat fakta-fakta tersebut, Galan menilai Trump justru lebih unggul dibandingkan Biden.
"Trump tetap konsisten," ungkapnya.
Baca juga: Pilpres Amerika 2020, Ini Perbedaan Kebijakaan Luar Negeri Donald Trump dan Joe Biden
Simak video selengkapnya mulai menit ke-15.00:
Debat Pertama Saling Serang
Debat perdana Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 antara Donald Trump dan Joe Biden berlangsung pada Selasa malam (29/9/2020).
Debat yang digelar selama 1,5 jam ini berlangsung kacau dan penuh emosi.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Rabu (30/9/2020), Donald Trump berulang kali menginterupsi Joe Biden.
Bahkan, Trump juga membully Mantan Wakil Barack Obama itu saat mengkritik sang petahana.
Misalnya ketika Biden mengkritik bahwa kebijakan Trump yang lambat mengenai Covid-19 bisa membuat lebih banyak warga meninggal dunia.