Pelaku Berkebangsaan Tunisia
Dikutip dari Aljazeera.com, Kamis (29/10/2020), Wali Kota Nice Christian Estrosi menyebut pelaku penyerangan yang menyasar Gereja Notre Dame telah berhasil ditangkap.
Estrosi menyebut insiden penusukan tersebut sebagai sebuah bentuk aksi terorisme.
Belum diketahui apa motif pelaku melakukan aksi penusukkan tersebut.
Pelaku diketahui hanya satu orang, yakni seorang pria berkebangsaan Tunisia yang berusia 21 tahun.
Sampai saat ini pelaku masih dirawat di rumah sakit akibat tembakkan yang dilepaskan oleh petugas kepolisian.
Insiden ini terjadi tak lama setelah pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebabkan kemarahan dari para umat Islam terkait karikatur Nabi Muhammad SAW.
Lewat pernyataannya, Macron membela hak warga Prancis untuk membuat karikatur tentang Nabi Muhammad.
Hal ini lantas memicu protes dari para umat muslim di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Hasil Kunjungan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, Apa Saja?
Dikutip dari bbc.com, Kamis (29/10/2020), Estrosi mengatakan, pelaku sempat mengucapkan kalimat tertentu ketika melakukan penyerangan.
Ia menyebut, pelaku berulang kali mengucapkan kalimat takbir saat melakukan serangan.
Estrosi mengatakan, pelaku tak hanya mengucap takbir saat serangan terjadi.
Ketika pelaku berhasil ditahan, yang bersangkutan masih terus mengucapkan kalimat takbir.
Pemerintah Prancis meyakini pelaku hanya bertindak sendiri dalam serangan tersebut.
Dikutip dari France24.com, Kamis (29/10/2020), sebelum teror penusukkan ini terjadi, pada awal Oktober lalu, seorang guru di Prancis menjadi korban pemenggalan.