Viral Medsos

Viral Foto Komodo Adang Truk, Kemen PUPR: Pembangunan Tidak Merusak atau Mengganggu Habitat Komodo

Penulis: Laila N
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral foto komodo mengadang truk, diunggah Jumat (23/10/2020).

TRIBUNWOW.COM - Foto komodo yang mengadang truk di tengah pembangunan Taman Nasional menuai polemik.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian PUPR langsung memberikan penjelasan, bahwa penataan kawasan Taman Nasional Komodo dibangun dengan hati-hati.

Dilansir TribunWow.com, hal ini disampaikan Kemen PUPR melalui akun Instagram resminya pada Senin (26/10/2020).

Baca juga: Viral Anak Pukul Ibunya yang Sudah Renta di Jalan saat Sedang Berteduh, Polisi Cari Keberadaannya

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT Herman Tobo memastikan, pembangunan yang dilakukan tidak merusak habitat komodo.

"Bekerjasama dengan @kementerianlhk, Kementerian PUPR melaksanakan penataan kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site UNESCO.

"Kami selalu didampingi ranger dari Balai Taman Nasional Komodo, sehingga proses pembangunan prasarana dan sarana tidak merusak atau mengganggu habitat komodo," kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT Herman Tobo.

Penataan kawasan dilakukan di Zona Pemanfaatan Loh Buaya dan meliputi peningkatan dermaga eksisting, bangunan pengaman pantai, elevated deck, pusat Informasi, dan penginapan untuk para ranger, pemandu wisata, dan peneliti, yang dilengkapi dengan pos penelitian dan pemantauan habitat komodo.

Izin Lingkungan Hidup terhadap kegiatan Penataan Kawasan Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat telah terbit pada 4 September 2020 berdasarkan Peraturan Menteri LHK No 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup yang telah memperhatikan dampak pembangunan terhadap habitat dan perilaku komodo," tulis Kemen PUPR.

Kata Kementerian PUPR soal pembangunan Taman Nasional Komodo (Instagram/Kemenpupr)

Pernyataan Kementerian LHK

Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) juga memberikan tanggapan terkait foto viral tersebut.

Kementerian LHK mengatakan, penggunaan alat berat, seperti truk dan lainnya dilakukan lantaran tidak memungkinkan memakai tenaga manusia, dalam menganggut material pembangunan.

Di sekitar area pembangunan di Loh Buaya, dikatakan ada 15 ekor komodo.

Mereka juga memastikan bahwa pembangungan ini diawasi oleh 5-10 orang guna menjaga keamanan komodo.

"Halo #SobatHijau, adakah yang pernah jumpa langsung dengan komodo (Varanus komodoensis)? Si reptil purba ini memiliki tubuh yang besar, tampak kalem, namun amat berbahaya loh.

Oh iya #SobatHijau, populasi komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) berada di lima pulau utama, yaitu di Pulau Komodo, Rinca, Padar, Nusa Kode (Gili Dasami) dan Gili Motang.

Halaman
1234