TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan bahasan soal isu manuver menteri dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Seperti yang diketahui, terdapat menteri yang dinilai tidak bekerja secara profesional, namun justru sibuk mempersiapkan diri untuk kepentingan politik tahun 2024 nanti.
Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube pribadinya, Refly Harun, dirinya menilai bahwa faktor pertama munculnya isu manuver menteri lantaran kesalahan dari seorang Jokowi sendiri.
Baca juga: Refly Harun Salahkan Inkonsistensi Jokowi soal Isu Manuver Menteri untuk Pilpres 2024: Dua Potensial
Baca juga: Dituding Vasco Ruseimy Cari Panggung untuk Jadi Menteri, Relawan Jokowi: Mau Asal Gantikan Prabowo
Menurutnya, Jokowi tidak konsisten lantaran membiarkan menterinya ada yang merangkap jabatan sebagai ketua umum partai, tidak seperti yang dilakukan pada periode pertamanya.
Sebut saja saat ini ada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang merupakan ketum Partai Gerindra.
Airlangga Hartarto yang saat ini menjadi menko perekonomian merupakan ketum Partai Golkar.
Dan tidak bisa dipungkiri bahwa dua nama menteri tersebut punya peluang besar untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.
Selain mempunyai pamor sebagai menteri juga mempunyai kendaraan berupa partai besar.
Namun terlepas dari nama Airlangga dan Prabowo Subianto yang mempunyai kendaraan partai, Refly Harun juga menilai tidak menutup kemungkinan para menteri lainnya.
Dirinya menyinggung nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.
Meski sejauh ini sebagai menteri yang berasal dari non partai, Refly Harun menilai melihat ada pergerakan politik yang dilakukan Erick Thohir.
Baca juga: Berharap Menteri P yang Dimaksud Nonton, Ketua Relawan Jokowi Sebut Punya Peran di Pengurusan BUMN
Bahkan menurutnya, kemungkinan tersebut semakin besar setelah muncul kabar ketertarikan Partai Nasdem yang ingin memboyong Erick Thohir.
"Selain itu juga ada menteri-menteri lainnya yang juga ketika menjabat mulai dimanja oleh media masa seperti Erick Thohir yang belum apa-apa juga berkampanye," ujar Refly Harun.
"Ada spekulasi yang mengatakan Erick Thohir punya peluang untuk ditarik Nasdem, karena kalau Gerindra tidak mungkin, PDIP tidak mungkin, Golkar tidak mungkin," jelasnya.
"Kecuali dia dijadikan wakil presiden dari koalisi di antara tiga partai tersebut."
Lebih lanjut, peluang Erick Thohir untuk bisa maju di Pilpres 2024 sangat terbuka andai benar mau bergabung dengan Nasdem.