Terkini Daerah

Pengakuan Korban Salah Tangkap saat Demo, Berlindung di Minimarket: Tanpa Tanya Langsung Digebuki

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase foto Asep Nasrullah (23), diduga korban salah tangkap yang mengalami penganiayaan saat demo tolak UU Cipta Kerja, ditayangkan Kamis (8/10/2020).

"Setelah itu digedor-gedor sama orang polisi," lanjut dia.

Setelah itu Asep ikut ditarik oleh aparat keamanan untuk keluar dari minimarket.

Ia mengalami penganiayaan dari aparat tersebut.

Menurut Asep, dirinya tidak ditanya terlebih dulu apakah merupakan bagian dari pengunjuk rasa atau tidak.

"Habis itu saya diseret sama pihak kepolisian untuk keluar," tuturnya.

"Saya digebuki begitu saja. Tanpa ada alasan, tanpa ada bertanya kayak gitu, langsung digebuki," tambah Asep.

Ia mengaku tidak dapat menyebutkan jumlah polisi yang menganiaya dirinya karena cukup banyak.

Asep menyebutkan oknum aparat ini berpakaian lengkap dengan tameng.

"Pakai seragam, pakai tameng," jelasnya.

Dikutip dari Kompas.com, Asep segera dilepaskan saat itu juga.

Namun tidak ada permintaan maaf atau pertolongan medis yang diberikan oleh aparat.

Menurut Asep, kepalanya mengalami memar dan sakit akibat pemukulan itu.

"Sempat dibawa ke rumah sakit, diminta CT Scan, tapi enggak ada biaya, jadi pulang ke rumah," ungkap Asep.

Terkait peristiwa dugaan salah tangkap tersebut, pihak Polres Bandar Lampung belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Simak videonya mulai dari awal:

Halaman
1234