Terkini Daerah

Alasan Kapolres Adopsi Bocah Viral di Medsos Disiksa Orangtua dan Ditemukan SPBU: Takut Down Lagi

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto viral di media sosial seorang anak yang diduga dibuang orangtuanya yang disertai selembar surat di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (29/9/2020).

TRIBUNWOW.COM - Bocah yang ditemukan di SPBU dengan sepucuk surat berinisial R kini telah diangkat anak oleh Kapolres Pelalawan, Riau, yaitu AKBP Indra Wijatmiko.

Sedangkan sebelumnya viral di media sosial R diduga telah ditelantarkan oleh orangtuanya di pom bensin di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Di acara Apa Kabar Indonesia Pagi pada Rabu (30/9/2020), Indra mengungkapkan alasannya mengangkat R sebagai anak.

Viral di media sosial seorang anak laki-laki berinisial R diduga dibuang oleh orangtuanya di pom bensin di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau. (channel YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne)

Nasib Terkini Bocah yang Viral Ditinggal Orang Tua dengan Sepucuk Surat, Diangkat Anak Kapolres

Mulanya, Indra mengatakan kondisi R saat ini berangsur membaik.

R sempat tak biasa diajak bicara lantaran syok.

Bahkan, bocah 8 tahun itu tak mau makan serta tatapannya kosong.

Indra menegaskan, dirinya bersedia untuk menampung anak tersebut.

Ia akan menganggap R sebagai anaknya sendiri.

"Alhamdulilah ada di rumah saya, sudah saya angkat jadi anak sendiri," kata Indra.

"(Kondisi) tapi udah berangsur-angsur baik," imbuhnya.

Viral Bocah Dibuang Ibunya Pakai Secarik Surat, Kini Diangkat Anak oleh Polisi: Akan Saya Sekolahkan

Pada kesempatan itu, Indra menyebut keluarga dekat sebenarnya ada yang ingin menampung R.

Namun, mereka lebih baik menerima itikad baik sang Kapolres.

Sehingga, Indra menyebut akan mendiskusikan nasib R dengan keluarga bocah itu.

"Iya keluarga dekat ada yang mau ambil ini anak tetapi saya utarakan niat saya, keluarga dekatnya termasuk omnya Alhamdulilah."

"Karena dia mungkin saya yang minta, dikasih dan nanti keluarga dekat ini musyawarah dengan keluarga-keluarga lain."

Halaman
123