TRIBUNWOW.COM - Pembunuh driver ojek online Fitri Yanti, Fery Pasaribu kini telah diamankan polisi pada Kamis (24/9/2020).
Sebelumnya dikabarkan bahwa jenazah Fitri Yanti sempat ditemukan di semak-semak di Jalan Mahoni, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang pada Sabtu (29/8/2020).
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Jumat (25/9/2020), pelaku sekaligus suami korban, Fery Pasaribu mengaku membunuh sang istri karena sakit hati.
• Suami Siri Pembunuh Driver Ojol Fitri Yanti Akhirnya Ditangkap, Anak Korban Dihantui Rasa Sedih
Ia merasa sakit hati sering dimaki oleh korban.
Pada polisi, Fery mengatakan dirinya awalnya menghubungi sang istri untuk makan malam.
Lalu mereka berboncengan menggunakan motor.
Saat sampai di sebuah perumahan, Fitri sempat bertanya pada suaminya benda apa yang menonjol di pakaian Fery.
Fery menjawab bahwa benda itu adalah pisau.
Lalu, Fitri disebut oleh Fery sempat mengeluarkan kata-kata yang membuat pelaku tersinggung.
Sehingga ia langsung menghentikan motornya dan melukai leher Fitri hingga tewas.
Fitri disebut oleh Fery minta dibunuh saja agar tak diberi nafkah sekalian oleh suaminya tersebut.
“Setelah dijawab itu pisau, korban mengatakan 'bunuh saja saya. Biar aku gak minta nafkah lagi sama kau'," cerita Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Kamis (24/9/2020) sore.
• Buron Pembunuh Driver Ojol Wanita Ditangkap, Anak Korban Ungkit Luka di Jasad Ibundanya: Kenapa Tega
Mendengar itu pelaku langsung menggorok korban di pinggir jalan.
"Ini keterangan tersangka. Seketika itu juga kemudian tersangka langsung menggorok leher korban. Itu di pinggir jalan,” ujar Riko.
Selain itu Fery sendiri mengakui bahwa dirinya memang sudah sering mengancam membunuh Fitri.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku rupanya sudah berencana membunuh korbannya seminggu sebelum kejadian.
Sehingga, pelaku akan dikenai pasal 340 atau 338 KUHP.
“Karena itu tersangka dikenakan pasal 340 dan atau 338 KUHPIdana, ancamannya hukuman mati," kata Riko.
Riko mengatakan, Fery mengaku bahwa korban tersebut sering meminta dibelikan rumah.
“Dari keterangan awal, tersangka menyampaikan motifnya sakit hati karena sering dimaki-maki oleh korban."
"Pengakuan tersangka, korban minta dibelikan rumah dan tersangka belum bisa menyanggupi,” katanya.
Lalu setelah menggorok korban, Fery lalu membuang mayat sang istri di semak-semak.
• Pesan Terakhir Driver Ojol yang Diduga Dibunuh Suaminya karena Ingin Nikah Lagi: Jaga Anak-anak
Kemudian dia kabur ke Tebingtinggi.
Di sana ia bertemu dengan teman kerjanya.
Lalu, ia kabur lagi menuju Riau selama seminggu terakhir sebelum akhirnya ditangkap polisi.
Sedangkan, Fery dan Fitri menikah siri pada 2015 lalu.
Hanya tinggal selama lima bulan, Fitri lantas kembali tinggal bersama anaknya, Farhan Aulia.
Anak Terus Dihantui Rasa Sedih
Sebelumnya, anak korban bernama Farhan Aulia mengatakan dirinya belum bisa mengikhlaskan.
Rasa bersalah terus menghantui dirinya.
"Kalau ibu meninggalnya wajar perlahan bisa mengikhlaskan. Tapi ini, dia dibunuh dengan sadis, rasa sedih terus menghantui. Karena saya begitu dekat dengan ibu," ujar Farhan dikutip dari Tribun Medan.
• Driver Ojol Wanita di Deli Serdang Tewas Dibunuh Suami Siri, Motif Pelaku Ingin Nikah Lagi
Ia tak habis berpikir mengapa pelaku tega membunuh ibunya dengan cara yang sadis.
Apalagi sepengetahuannya ibunya tak pernah memiliki masalah dengan orang lain.
"Kalau kondisi ibu, leher nyaris putus. Ibu gak pernah ada masalah sama orang."
"Kenapa tega kali pelaku membunuh ibu saya seperti itu," ungkap dia.
Selain berprofesi sebagai driver ojol, ibunya sehari-hari berdagang sate di kawasan Jalan Halat Medan.
Pesan Terakhir Korban
Sementara itu, anggota keluarga Fitri Yanti, Ramadius mengungkapkan pesan terakhir korban
Mulanya, Ramadius menjelaskan bahwa Fitri keluar dari rumah orang tuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia menggunakan sepeda motor matic pada Sabtu (29/8/2020).
Tak sampai 60 menit setelah Fitri pergi, anak korban menelepon ibunya untuk menanyakan keberadaanya.
Saat itu, Fitri mengaku tengah bersama kawannya.
"Mamak di Tembung sama kawan. Jaga anak-anak (cucu korban)," ujar Ramadius menirukan ucapan anak korban yang laki-laki.
Setelah itu pada sekitar 22.00 WIB, korban juga masih berkomunikasi telepon dengan anaknya.
Fitri menekankan agar sang anak menjaga sang cucu.
“Bahkan korban berpesan kepada anaknya agar jaga anak-anak (cucu korban)," ungkapnya.
• Sempat Kirim Pesan ke Teman, Driver Ojol yang Bunuh Diri: Kumohon Jangan, Ini Chat Terakhir dariku
Rupanya pesan itu menjadi pesan terakhir dari korban.
Setelah sempat dicari oleh keluarga, barulah mereka menemukan Fitri sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
"Malam itu keluarga terus mencari korban hingga akhirnya mendapat kabar bahwa korban ditemukan warga telah tewas di Pasar II, kawasan Tembung,"ucap dia.
Ramadius menceritakan, Fitri selama empat bulan terakhir tinggal di rumah orang tuanya.
Pasalnya, Fitri akhir belakangan sering bertengkar dengan sang suami.
"Korban ini sering bertengkar dengan suaminya, berinisial F yang usianya diperkirakan lima puluhan tahun. Selama ini mereka (korban dan F tinggal di Pasar V Tembung)."
"Karena sering berantem dengan suaminya, makanya korban kembali ke rumah orangtuanya," jelas Ramadius.
Akibatnya kini pihak keluarga berharap agar polisi segera menuntaskan kasus ini.
"Kami harap pihak kepolisian segera mungkin meringkus pelaku yang dengan sadis menganiaya korban hingga tewas," ujar Ramadius.
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan... dan Tribun Medan dengan judul Akhirnya Terungkap Motif Pembunuhan Fitri Yanti yang Sehari-harinya sebagai Driver Ojek Online dan Inilah Pesan Terakhir dan Barang yang Ditemukan Polisi dari Lokasi Penemuan Jasad Fitri Yanti (44)