"Kalau ibu meninggalnya wajar perlahan bisa mengikhlaskan. Tapi ini, dia dibunuh dengan sadis, rasa sedih terus menghantui. Karena saya begitu dekat dengan ibu," ujar Farhan dikutip dari Tribun Medan.
• Driver Ojol Wanita di Deli Serdang Tewas Dibunuh Suami Siri, Motif Pelaku Ingin Nikah Lagi
Ia tak habis berpikir mengapa pelaku tega membunuh ibunya dengan cara yang sadis.
Apalagi sepengetahuannya ibunya tak pernah memiliki masalah dengan orang lain.
"Kalau kondisi ibu, leher nyaris putus. Ibu gak pernah ada masalah sama orang."
"Kenapa tega kali pelaku membunuh ibu saya seperti itu," ungkap dia.
Selain berprofesi sebagai driver ojol, ibunya sehari-hari berdagang sate di kawasan Jalan Halat Medan.
Pesan Terakhir Korban
Sementara itu, anggota keluarga Fitri Yanti, Ramadius mengungkapkan pesan terakhir korban
Mulanya, Ramadius menjelaskan bahwa Fitri keluar dari rumah orang tuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia menggunakan sepeda motor matic pada Sabtu (29/8/2020).
Tak sampai 60 menit setelah Fitri pergi, anak korban menelepon ibunya untuk menanyakan keberadaanya.
Saat itu, Fitri mengaku tengah bersama kawannya.
"Mamak di Tembung sama kawan. Jaga anak-anak (cucu korban)," ujar Ramadius menirukan ucapan anak korban yang laki-laki.
Setelah itu pada sekitar 22.00 WIB, korban juga masih berkomunikasi telepon dengan anaknya.
Fitri menekankan agar sang anak menjaga sang cucu.
“Bahkan korban berpesan kepada anaknya agar jaga anak-anak (cucu korban)," ungkapnya.
• Sempat Kirim Pesan ke Teman, Driver Ojol yang Bunuh Diri: Kumohon Jangan, Ini Chat Terakhir dariku