Kejadian tersebut terjadi ketika dirinya mengadakan rapat internal bersama internal Pertamina tentang kilang minyak.
Pada rapat tersebut, Ahok menceritakan bagaimana ada pihak internal Pertamina yang bersikap tidak profesional sehinga memancing emosinya.
"Berapa investor yang nawarin mau kerja sama, kalian diamkan," ujar Ahok menceritakan rapat yang ia lakukan saat itu.
"Terus yang sudah ditawarin kenapa tolak (ditolak), terus kenapa kerja seperti ini?"
"Sempat saya emosi juga kemarin, mereka mau mancing saya emosi," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Ahok mengatakan, apabila dirinya menjadi emosional, ia bisa dilaporkan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) atas tudingan mengganggu kekompakkan internal Pertamina.
"Ahok menganggu keharmonisan," kata dia.
Selanjutnya, Ahok mengungkit bagaimana Pertamina memiliki utang hingga 16 miliar USD.
Meskipun memiliki utang yang besar, Pertamina tetap berencana mengakuisisi ladang minyak di luar negeri.
"Tiap kali otaknya minjam duit aja ini," kata Ahok.
"Saya sudah kesal ini."
"Pinjam duit terus akuisisi terus," lanjutnya.
Politisi yang juga pernah menjadi mantan napi itu menyoroti bagaimana Indonesia sebenarnya diberkahi begitu banyak sumber daya alam yang berpotensi memiliki minyak dan gas.
"Tidak berpikir tentang eksplorasi (tambang minyak di dalam negeri)," kata Ahok.
"Kita masih punya 12 cekungan yang berpotensi punya minyak, punya gas."